alexametrics

Jokowi Targetkan Indonesia Tak Lagi Impor Polietilena pada 2024

6 Desember 2019, 12:44:50 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan persoalan defisit perdagangan yang menjerat Indonesia. Salah satu komoditas yang saat ini masih banyak diimpor yaitu polyethylene/polietilena (PE).

Hal itu diungkapkan Jokowi saat meresmikan pabrik baru polietilena milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk senilai USD 380 juta atau setara Rp 5,3 triliun di Cilegon, Banten. Polietilena merupakan salah satu produk turunan petrokimia.

Jokowi mengatakan, kebutuhan polietilena nasional saat ini mencapai 2,3 juta ton. Sementara jumlah yang mampu diproduksi dalam negeri baru sekitar 736 ribu ton.

“Artinya kita masih impor 1,52 juta ton pertahunnya,” ujarnya di Kompleks Chandra Asri, Cilegon, Jumat (6/12).

Padahal, lanjut dia, Indonesia sudah mampu memproduksinya sendiri. Hanya, kapasitasnya belum mencukupi.

Oleh karenanya, Jokowi mengapresiasi upaya emiten bursa dengan sandi TPIA itu dalam memproduksi produk tersebut. “Jangan beri peluang ke negara lain. Kalau bisa (produksi), kenapa impor?” tuturnya.

Jokowi menargetkan produksi petrokimia di Indonesia bisa ditingkatkan. Pemerintah menyiapkan sejumlah insentif pajak berupa tax holiday ataupun tax allowance untuk merangsang minat pengusaha.

Mantan Wali Kota Surakarta itu menargetkan Indonesia tidak impor bahan-bahan petrokimia pada 2024 mendatang. “Feeling saya 4-5 tahun lagi kita enggak impor bahan-bahan petrokimia,” terangnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Folly Akbar


Close Ads