alexametrics

Era Digitalisasi jadi Harapan Konsumen Elektronik Kembali Bergairah

6 Desember 2019, 09:25:51 WIB

JawaPos.com – Kamar Dagang Industri (Kadin) menyebut era digital terus berkembang. Saat ini, Indonesia menjadi pasar perekonomian digital yang terus tumbuh dan ikut berperan dalam peningkatan perekonomian.

Anggota Kadin, Kevin Wu berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar industri digital, namun juga dapat menjadi pemain dalam ekosistem bisnis digital.

“Ikut membangkitan ekosistem Indonesia untuk menjadi pemain. Bukan hanya jadi pasar tapi melibatkan startup dan pebisnis lainnya untuk melihat tren dunia. Tak ada lagi tempat untuk kita bisa sembunyi,” ujar Kevin, Jumat (6/12).

Ke depan, akan ada pameran International Consumer Electronics Expo (ICEE) Indonesia yang merupakan pameran elektronik terbesar di Indonesia untuk menghubungkan para pelaku industri elektronik di seluruh dunia dan mempertemukan berbagai produsen elektronik yang kredibel dan profesional dengan pembeli potensial.

Sebab, setelah turun selama empat tahun berturut-turut, penjualan elektronik domestik berpotensi bangkit dengan estimasi pertumbuhan 10 persen. Hal ini ditopang perbaikan daya beli masyarakat dan inovasi yang dilakukan sejumlah pemain elektronik nasional.

“Event akhir tahun untuk melihat tren ke depan seperti apa. Ini harusnya menjadi peluang yang bisa dikolaborasikan,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal III 2019, konsumsi rumah tangga menyumbang 56,52 persen dari pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencerminkan bahwa optimisme masyarakat terhadap perkonomian dalam negeri terus tergerus.

Angka IKK terus menurun dalam lima bulan terakhir. Pada Oktober 2019, yakni sebesar 118,4 dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 121,8. Angka IKK pada Oktober 2019 juga lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 119,2. IKK pada Oktober 2019 sebesar 118,4 mencatatkan angka terendah sejak Februari 2017.

Selain IKK, penjualan ritel RI juga tumbuh minimalis. Bank Indonesia (BI) mengumumkan sepanjang September tahun ini, penjualan ritel hanya dapat tumbuh 0,7 persen YoY. Angka tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,1 persen dan menjadi laju terlemah sejak Juni 2019.

PT. Keren Entertainment Indonesia selaku Steering Committee menjelaskan tujuan digelarnya ICEE adalah untuk memperluas jaringan para pengusaha dalam menjalin kerja sama bisnis.

Sebagai informasi, ICEE Indonesia akan diselenggarakan di Indonesia. Berbagai macam produk elektronik pilihan dari mulai drone, virtual reality (VR), komputer, aksesoris, kamera, bluetooth speaker, smartwatch, vapes, IOT, LED Light dan lainnya akan menyesaki ruang pameran. Sekitar 30 persen dari perserta expo berasal dari Indonesia. Acara ini sendiri akan berlangsung di Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada 17-19 Desember 2019.

Untuk mendukung ekonomi kreatif lokal, tahun ini, Soegiharto Santoso dari ASISINDO (Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia) melibatkan komunitas startup. “Kami akan mengadakan kompetisi bagi start up, dimana juaranya akan memenangkan perjalanan ke Shenzhen (Cina). CoHive, salah satu komunitas start up utama di Indonesia, adalah mitra ICEE Indonesia 2019,” imbuhnya.

Menurutnya, para pelaku bisnis memandang acara ini merupakan peluang untuk mencari mitra bisnis di industri Consumer Electronics terbaik karena brand dan produsen multinasional akan hadir ke Indonesia.

“Tiket masuk gratis. Tidak perlu biaya masuk. Semua pengunjung,” tandasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads