JawaPos Radar

AP I Gandeng Stakeholder Dorong Pariwisata Lombok

05/04/2018, 16:11 WIB | Editor: Saugi Riyandi
AP I Gandeng Stakeholder Dorong Pariwisata Lombok
Seorang wisatawan berfoto di Lombok (Dok. JawaPos.com)
Share this image

Jawapos.com - PT Angkasa Pura I menggelar focus group discussion (FGD) Collaborative Destination Development (CDD) dengan tema 'Establishing Lombok Sumbawa as World Renowned Tourism Destination'. Selain mengundang pejabat setempat, AP I juga melibatkan ASITA, Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), perwakilan maskapai, dan pelaku bisnis pariwisata.

Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pemerintah pusat dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara secara nasional sebesar 20 juta orang pada 2019. Bagi Provinsi NTB kegiatan CDD ini diharapkan dapat mendukung tercapainya target kunjungan 4 juta wisatawan pada 2018 dan 1 juta wisatawan mancanegara pada 2025.

"Kegiatan CDD ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara stakeholder pariwisata, merangsang percepatan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata, dan mampu menjadikan destinasi wisata Lombok-Sumbawa menjadi destinasi wisata dunia," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dalam keterangan resmi yang diterima Jawapos.com, Kamis (5/4).

CDD merupakan program yang diinisiasi Angkasa Pura I sejak 2015 berupa forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata nasional dan daerah agar bersama-sama mengembangkan sektor pariwisata dan melaksanakan pelayanan pariwisata di wilayah kerja Angkasa Pura I.

"Upaya ini dilakukan untuk membantu pemerintah pusat dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara secara nasional sebesar 20 juta orang pada 2019," jelasnya.

Adapun, saat penyelanggaraan CDD di Lombok pada 2015 lalu sudah menghasilkan beberapa komitmen antar stakeholder dalam meningkatkan pariwisata Lombok Sumbawa. Seperti mempromosikan Lombok sebagai destinasi tujuan Wisata Halal Dunia dalam skala nasional dan internasional, penyiapan promosi dan penjualan paket-paket wisata oleh ASITA, pembangunan infrastruktur hotel dan promosi MICE oleh PHRI, serta kesiapan menerima kunjungan 1 juta wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Lombok pada 2025.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up