Kemendag Lanjutkan Perundingan CEPA dengan Uni Eropa, Kini Bahas TKDN

5 Februari 2021, 16:45:59 WIB

JawaPos.com – Perundingan dagang comprehensive economic partnership agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa (UE) akan berlanjut pada akhir bulan. Dalam putaran ke-10 negosiasi itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mengusung isu tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Kini topiknya dibahas lintas kementerian.

“Beberapa klausul yang menjadi permintaan Uni Eropa sedang kita pertimbangkan,” kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga Kamis (4/2).

Namun, Kemendag dan kementerian-kementerian terkait juga merumuskan sejumlah usul untuk UE. Menurut Jerry, pembahasan soal CEPA cukup komprehensif.

TKDN menjadi isu krusial di tengah ambisi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas industri dalam negeri. Beberapa waktu lalu, sejumlah pengusaha elektronik dari berbagai daerah telah mengemukakan pendapat mereka terkait TKDN. Mereka berharap pemerintah bisa mempertahankan atau malah meningkatkan komposisi TKDN.

Sementara itu, Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyatakan bahwa Indonesia juga perlu mengusung investasi dalam perundingan dagang. Tepatnya, menekankan kebebasan dalam berinvestasi. Sebab, meski berbagai negara membebaskan sejumlah tarif lewat kesepakatan dagang, masih ada banyak hambatan nontarif.

Jika ingin mendapatkan keuntungan dari kerja sama internasional, Indonesia perlu memiliki produk industri lebih dulu. Jika tidak, manfaat kerja sama dagang tidak akan optimal.

“Sampai hari ini, 76 persen ekspor Indonesia adalah komoditas. Apa untungnya kita ikut meratifikasi berbagai macam kerja sama dagang kalau yang kita ekspor bukan produk,” tegasnya.

PERJANJIAN DAGANG INDONESIA

(Status: On Going)

Negara Mitra | Tahun Kerja Sama

Uni Eropa (UE) | 2017–2021

Turki | 2018–2021

Pakistan | 2019–2021

Bangladesh | 2018–2021

Tunisia | 2019–2021

Iran | 2018–2021

Sumber: Kemendag

 

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (agf/c12/hep)

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads