alexametrics

Berkah Pandemi, Jasa Servis Sepeda Rumahan Bisa Raup Sampai Rp 25 Juta

4 Juli 2020, 05:55:28 WIB

JawaPos.com – Selama pandemi Covid-19 berlangsung, banyak orang menggandrungi olah raga sepeda, untuk sekadar mengisi waktu saat stay at home, belajar atau bekerja di rumah. Permintaan akan jasa servis pun meningkat.

Salah seorang pengusaha bengkel rumahan di Tulungagung, Jawa Timur, Mardyan Angga Pratama, 29, menuturkan, permintaan jasa servis meningkat setelah pembatasan sosial berskala besar pertama kali diterapkan. “Tren peningkatan terutama setelah lock down pertama,” katanya saat menggarap pesanan servis di bengkel depan rumah orang tuanya di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu.

Di bengkel rumahnya yang sederhana itu, berjajar belasan sepeda olah raga. Mulai jenis sepeda gunung, Dunhill bike, sepeda balap, BMX hingga sepeda lipat.

Melihat jenis, bahan baku serta mereknya, sepeda olah raga yang ditangani Angga bukanlah sepeda sembarangan. Terdapat berbagai merek impor dengan harga puluhan juta hingga Rp 150 juta lebih.

Suku cadang yang dirakit pun tidak murah, bisa mencapai belasan juta hingga puluhan juta per suku cadang ataupun per paket barang. “Ini orderan rakitan sedang full (penuh). Dulu sebelum pandemi, permintaan jasa rakit begini sehari berkisar antara dua hingga tiga unit. Kadang juga cuma sehari. Tapi sekarang sehari bisa empat hingga enam-tujuh unit per hari,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (4/7).

Angga memang tak mengerjakan sendiri. Dia dibantu sang ayah, Jayadi, yang memang lebih dulu menekuni dunia perbengkelan sepeda kayuh. Banyaknya permintaan jasa servis hingga rakit sepeda memaksa Angga untuk bekerja lembur hingga malam hari.

Terutama untuk pengerjaan servis ataupun rakit sepeda kelas premier, sulung dari tiga bersaudara ini harus menanganinya sendiri. “Selain butuh penanganan ekstra karena menyangkut onderdil yang super mahal, proses pengerjaannya butuh ketelatenan dan keahlian khusus. Bapak juga bisa, namun untuk pengerjaan tertentu, konsumen meminta penanganan khusus (dari saya),” katanya.

Hasil dari jasa servis sepeda dirasakan Angga dan ayahnya, Jayadi, lumayan besar. Misal untuk rakit atau servis total sepeda gunung biasa, Angga mematok harga Rp 100 ribuan per unit.

Sedangkan untuk servis total atau rakit sepeda premium dengan harga puluhan juta hingga ratusan juta, biaya jasa yang dipatok Angga biasanya lebih tinggi. Antara Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribuan per unit.

“Kadang saya malah tak mematok harga ke pelanggan. Suka rela saja untuk pelanggan yang sudah biasa menggunakan jasa saya,” katanya.

Angga dan Jayadi tidak menyebut omzet bersih per pekan atau per bulan. Namun jika dirata-rata per hari empat unit saja, dikalikan 26 hari dan jasa paling rendah Rp 100 ribu, Angga diperkirakan bisa meraup Rp 10-Rp 25 juta per bulan. Omzet tersebut jauh di atas hasil penjualan jasa servis dan rakitan sebelum pandemi yang berkisar Rp 5 – Rp 7 juta per bulan.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Antara



Close Ads