alexametrics

Aplikasi Booking Tingkatkan Okupansi Hotel

4 Juli 2019, 07:28:18 WIB

JawaPos.com – Aplikasi booking travel kini semakin marak. Tak hanya sekedar aplikasi saja, tapi juga disertai dengan berbagai iming – iming diskon menarik. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai maraknya aplikasi seperti itu ternyata cukup berdampak terhadap peningkatan okupansi hotel di Surabaya.

Ketua PHRI Jawa Timur Herry Siswanto mengakui, aplikasi booking travel memang memiliki manfaat yang cukup besar, baik bagi konsumen yang akan menggunakan fasilitas hotel maupun pelaku usaha itu sendiri. ”Bahkan saat ini semua aplikasi tersebut sudah menjadi bagian dari sales and marketing kami untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar yang melakukan kerjasama dengan memanfaatkan online travel agent adalah hotel berbintang. ”Karena bisa memberikan keuntungan bagi konsumen sebab harganya otomatis lebih murah daripada booking langsung di hotel sehingga bisa menarik minat masyarakat untuk sering staycation di hotel,” lanjut Herry. Selain itu, konsumen juga tidak perlu lagi datang ke travel agent. Karena aplikasi booking hotel dapat diakses dimana saja melalui ponsel.

Pihaknya mencatatkan rata – rata konsumen yang melakukan pemesanan hotel melalui aplikasi online mencapai 55 persen setiap bulannya. Sisanya, pemesanan langsung di hotel yang bersangkutan. Herry menyebut, tingkat okupansi hotel di Jatim selama semester pertama ini rata – rata berada di angka 69 persen. Pihaknya menargetkan okupansi hotel di Jatim hingga akhir tahun nanti mampu mencapai minimal 76 persen.

Sementara itu, Country Head OYO Indonesia Rishabh Gupta menuturkan, OYO saat ini telah menjadi jaringan hotel yang mengelola hampir 20 ribu kamar di 720 properti. ”Kami akan terus berupaya memberikan bantuan dari hulu ke hilir kepada pemilik hotel yang telah bekerjasama dengan kami di seluruh aspek. Mulai dari teknologi, bisnis, hingga desain,” ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi perusahaan. Karena itu, pihaknya berkomitmen tinggi untuk membangun industri hospitality Indonesia, salah satunya lewat investasi senilai lebih dari USD 100 juta. “Kami akan terus memperluas jaringan kami ke lebih dari 100 kota sampai akhir tahun 2019 dan kami memiliki lebih dari 300 hotel lain yang sedang dalam transformasi dan akan segera beroperasi 60 hari kedepan,” imbuhnya. Untuk lebih menggenjot kinerja bisnisnya, OYO saat ini juga telah bermitra dengan beberapa Agen Perjalanan Online (OTA) yang memungkinkan para pelanggan untuk memesan hotel OYO dengan lebih mudah.

Selain itu, faktor lain yang memungkinkan OYO tumbuh pesat di Indonesia adalah pengelolaan perhotelan yang didukung teknologi mutakhir, mulai dari proses pemesanan hingga proses check out. “Teknologi adalah DNA kami. Aplikasi OYO memungkinkan pelanggan untuk memesan kamar hanya dengan tiga tap di smartphone mereka, semuanya dalam 5 detik. Pelanggan kami selalu dapat mencari, menemukan, dan memesan kamar dengan mudah lewat smartphone atau desktop mereka, tidak hanya terbatas di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia di mana OYO beroperasi,” pungkasnya.

 

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Charina Marietasari



Close Ads