Bangun Pabrik Kosmetik, Indofarma Gaet Perusahaan Korea

04/05/2018, 06:36 WIB | Editor: Mochamad Nur
Ilustrasi produk obat-obatan suplemen (Pixabay.com)
Share this

JawaPos.com - PT Indofarma Tbk menggaet perusahaan kosmetik asal Korea, Pharma Cosmetics Co., Ltd untuk mendirikan perusahaan patungan atau joint venture (JV) yang akan memproduksi kosmetik.

"Lewat kerjasama ini, kami berencana membangun pabrik kosmetik," kata Direktur Utama Indofarma, Rusdi Rosman, dalam acara Signing Ceremony for Agreement PT Indofarma Tbk and Pharma Cosmetics Co., Ltd, di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/5).

Rusdi berharap, pembangunan pabrik dapat direalisasikan secepatnya. Pasalnya, sebelum pabrik berdiri, produk kosmetik yang kini masih didatangkan dari Korea dan sudah dipasarkan Indofarma dapat respons pasar cukup bagus. "Hasilnya sangat bagus dan mampu membukukan penjualan hingga Rp 10 miliar per bulannya," ujarnya.

Rusdi menyebut capaian penjualan sebesar itu sangat bagus untuk dikembangkan dengan membangun unit produksi di Indonesia. Atas dasar itu, baik Indo Farma maupun Pharma Cosmetics Co Ltd akan mempercepat realisasi pembangunan pabrik.

Apalagi untuk membangun pabrik kosmetik tersebut, kata Rusdi, tidak tergolong mahal. Investastasinya diperkirakan hanya sekitar Rp 55 miliar. "Angkanya belum final yah, mungkin sekitar itu. Investasi itu untuk belanja bangunan dan mesin-mesinnya, "jelas Rusdi.

Rusdi optimis, produk yang akan diproduksinya bakal diterima pasar dengan baik. Yang pasti, kata Rusdi, produk kosmetik akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia yang ingin merawat kecantikannya.

Dirut Indofarma menyebut strategi bisnis yang dijalankan perusahaan sebagai upaya meningkatkan kinerja perusahaaan. "Nggak hanya fokus ke obat generik saja,"akunya.

Selain menjalin kerjasama dengan Pharma Cosmetics, tambah Rusdi, Indofarma juga tengah membidik sejumlah kerjasama baru dengan sejumlah mitra strategisnya. "Ada beberapa, tapi belum final. Diantaranya JV terkait bahan habis pakai semisal kateter, alat infus. Kita juga akan masuk di bahan baku obat,"pungkasnya

(nas/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi