
Wisatawan mencoba keseruan paralayang di bukit Gantole, Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Minggu (22/11/2020). Pasca dilonggarkannya aturan Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB) kondisi beberapa tempat wisata di bogor berangsur ramai. (Hend
JawaPos.com - Wisata halal telah menjadi tren di berbagai negara. Hal itu tercermin dari pertumbuhan wisatawan muslim yang begitu pesat di berbagai negara.
Sehingga pemain di sektor wisata halal memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin pasar. Vice President APAC, Wego Pte Ltd Nina Kubik-Cheng mengatakan, berdasarkan platform agen travel online Wego, belanja wisatawan muslim di dunia diproyeksi tembus USD 274 miliar pada 2024 mendatang.
"Yang paling banyak adalah muslim dari generasi milenial, baik dari kawasan Timur Tengah maupun Asia Tenggara," ujarnya dalam acara konferensi pers secara virtual, Kamis (3/12).
Nina menyebut, peningkatan tersebut disebabkan karena generasi milenial dan generasi Z kini banyak yang sudah memiliki pendapatan. Hal yang paling banyak untuk dibelanjakan adalah berwisata atau traveling.
"Mereka sangat berdampak pada pariwisata dunia," ucapnya.
Meskipun demikian, Nina mengaku, saat ini industri pariwisata tengah mengalami penurunan tajam akibat pandemi Covid-19. Namun, menurut survei yang dilakukan Wego pada pengguna platformnya di Malaysia dan Indonesia yang mayoritas muslim, sebenarnya mereka sudah menantikan aktivitas berwisata kembali.
Menurutnya, pada akhirnya gelombang wisatawan akan kembali pada saat larangan bepergian sudah dicabut di mancanegara, dan ancaman keselamatan dan kesehatan bisa diatasi.
"Kami percaya ada keinginan besar untuk berwisata lagi, dan itu akan memulihkan permintaan dalam industri pariwisata. Dan pada akhirnya,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil survei Wego, tercatat sebesar 64,74 persen dari koresponden Indonesia sudah berencana untuk berwisata lintas negara jika larangan sudah dicabut. Sedangkan, hanya 6,32 persen yang sudah bertekad untuk tetap berwisata pada tahun ini dalam kondisi apapun.
Sisanya, hanya 8,95 persen dari koresponden Indonesia yang berencana wisata lintas negara pada semester I 2021, dan sebanyak 20 persen dari koresponden Indonesia yang berencana untuk wisata lintas negara pada semester II tahun depan.
Sementara itu, bagi koresponden Malaysia hanya 33,33 persen yang ingin berwisata lintas negara secepat mungkin jika larangan dicabut. Kemudian, hanya 7,94 persen yang tetap ingin berwisata di 2020 dalam kondisi apapun.
Lalu, sebanyak 15,87 persen responden Malaysia berencana wisata lintas negara pada semester I 2021. Sebanyak 42,86 persen responden, atau mayoritas masih memilih berwisata pada semester II tahun depan.
https://www.youtube.com/watch?v=m4tycPioJUE

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
