alexametrics

Dapat Suntikan Negara tapi Utangnya Banyak, Bulog akan Lakukan Hal ini

3 Desember 2019, 22:03:15 WIB

JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menemukan setidaknya ada tujuh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengalami kerugian, padahal sudah diberi Penyertaan Modal Negara (PMN). Salah satunya adalah Perum Badan Usaha Logistik (Bulog).

Pada 2015, BUMN di bidang pangan ini mendapatkan suntikan Rp 3 triliun dari APBN, dan seluruhnya sudah direalisasikan. Sedangkan pada tahun berikutnya, dia mendapatkan injeksi Rp 2 triliun, dan baru direalisasikan 0,5 persen.

Meski mendapat donor dari APBN, diketahui Bulog masih membukukan utang hingga Rp 28 triliun, per September 2019. Utang tersebut salah satunya dipakai untuk pengadaan beras dan modal kerja.

Mengenai hal ini, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi memastikan dana PMN tidak akan digunakan untuk membayar utang ataupun bunga kredit bank.

“PMN enggak boleh dipakai, termasuk bunga banknya enggak boleh dipakai, harus dikembalikan ke negara,” jelas dia di kantornya, Selasa (3/12).

Dia menjelaskan, suntikan Rp 3 triliun pada 2015 lalu digunakan untuk modal kerja dan pengadaan sekitar 300 ribu ton beras. Pada waktu itu Bulog membutuhkan 1,1 juta ton beras. Maka, Bulog pun mencari kredit.

Sementara itu, PMN yang sebesar Rp 2 triliun pada 2016 digunakan untuk membangun infrastruktur dan modal kerja. Tri menyampaikan, guna mengurangi utang, Bulog berencana menjual beras komersil.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya akan mengomersilkan 50 persen beras yang dikelola Bulog pada 2020. “Sehingga kami bisa menutupi bunga utang dan bisa nyicil bunga utang,” ujarnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads