alexametrics

Nation Branding, Agenda Bangsa setelah Asian Games

Oleh Yuswohady*
3 September 2018, 14:35:30 WIB

JawaPos.com – Tadi malam Asian Games 2018 resmi ditutup. Sebagai bangsa, kita bangga karena telah sukses menyelenggarakan event akbar empat tahunan itu.

Kita juga bungah karena prestasi atlet kita mencuat, mengharumkan nama bangsa.

Bukan hanya itu. Asian Games 2018 betul-betul menjadi pemersatu bangsa ketika kita sejenak melupakan perbedaan kubu politik, suku, agama, dan golongan demi kemenangan dan kejayaan Indonesia tercinta.

Nation Branding, Agenda Bangsa setelah Asian Games
Suasana penutupan Asian Games 2018 dengan pesta kembang api dan berbagai bintang tamu luar dan dalam negeri saat di Gelora Bung Karno Jakarta, kemarin, Minggu (2/8) (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Setelah menutup “pesta kemenangan” tadi malam, apakah kemudian semuanya berakhir begitu saja?

Tidak! Justru di sinilah pekerjaan besar harus dimulai. Asian Games haruslah kita jadikan momentum, bahkan batu loncatan, untuk membangun nation brand Indonesia.

Apa itu nation brand? Intinya adalah citra dan reputasi (national image & reputation) yang ditangkap masyarakat internasional terhadap suatu negara.

Citra dan reputasi negara ini bisa dilihat dari enam kualitas. Yaitu, export (citra produk nasional yang kompetitif), governance (citra pemerintahan yang bersih dan kompeten), tourism (ketertarikan wisman untuk berkunjung), investment (ketertarikan investor untuk menanam modal), culture (kekayaan budaya), dan people (SDM yang unggul dan ramah).

Singkatnya, nation branding bertujuan menarik TTI (trader, tourist, investor) dengan menciptakan citra dan reputasi di enam kualitas tersebut. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mendongkrak nation brand Indonesia setelah Asian Games berakhir?

Kampanye Nation Branding

Dalam waktu yang tidak lama setelah Asian Games berakhir, Indonesia harus meluncurkan kampanye nation brand sebagai upaya me-leverage kesuksesan dalam mendapatkan eksposur global yang luar biasa.

Inasgoc mengonfirmasikan, ada sekitar 11 ribu media lokal maupun global yang meliput Asian Games 2018. Itu merupakan eksposur luar biasa yang hanya bisa kita peroleh melalui event akbar (sport mega-event) seperti Asian Games, Olimpiade, atau Piala Dunia. Momentum inilah yang harus kita perpanjang dengan meluncurkan kampanye nation branding untuk menarik TTI datang ke tanah air.

Kita harus belajar banyak dari negara tetangga Australia. Australia me-leverage habis-habisan posisinya sebagai tuan rumah Olimpiade Sydney 2000. Event akbar itu kemudian diikuti dengan berbagai kampanye nation branding: Life a Different Light (2004-2006), lanjut A Uniquely Australian Invitation (2006-2008), kemudian Come Walkabout (2008-2009), dan terakhir There’s Nothing Like Australia (2010-sekarang).

Diplomasi Global

Afrika Selatan memanfaatkan event Piala Dunia 2010 untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ia telah menjadi kekuatan ekonomi baru dunia dan negara termaju di benua Afrika (Africa’s most developed economy).

Tiongkok memanfaatkan Olimpiade Beijing 2008 untuk menunjukkan, dengan laju pembangunannya yang supercepat, Tiongkok bakal menyalip Amerika Serikat sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Itulah yang disebut diplomasi global melalui event olahraga.

Lalu, bagaimana Indonesia? Melalui Asian Games, Indonesia juga bisa memosisikan diri sebagai kekuatan ekonomi baru (emerging nation) yang sedang berjuang keras menjadi kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia. Dengan populasi terbesar keempat, Indonesia juga sedang bertransformasi menjadi salah satu negara demokrasi terbesar di dunia.

Visi Olahraga 2032

Dengan bekal kesuksesan menyelenggarakan Asian Games, Indonesia harus berani think big dengan menetapkan visi menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Olimpiade 2020 bakal diadakan di Tokyo, 2024 di Paris, dan 2028 di Los Angeles. Untuk Olimpiade 2032, kini sudah ada beberapa negara yang tertarik untuk bidding. Yaitu, Jerman, Australia, dan India. IOC bakal menetapkan pemenangnya pada 2025. Jadi, masih ada waktu tujuh tahun untuk berbenah diri.

Perlu diingat, sejak 2000-an, negara-negara maju baru BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan) berlomba-lomba menjadi tuan rumah sport mega-event seperti Olimpiade dan Piala Dunia sebagai bentuk diplomasi global untuk mengangkat nation brand mereka masuk ke club of elite negara-negara maju.

Kalau betul Indonesia bisa mewujudkan visi itu, nation brand Indonesia akan naik kelas, sejajar dengan negara-negara maju dunia. Sebab, perlu diingat, negara yang mampu menyelenggarakan event olahraga besar tersebut hanyalah negara-negara maju. 

*) Pengamat branding, managing partner Inventure

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (*/c11/tom)

Close Ads
Nation Branding, Agenda Bangsa setelah Asian Games