alexametrics

Presdir Lion Air Beberkan Alasan Adanya Penumpang Duduk Berdekatan

3 Agustus 2020, 17:04:08 WIB

JawaPos.com – Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait membeberkan alasan adanya penumpang yang berdampingan dalam beberapa penerbangan maskapainya. Salah satunya adalah tidak mungkin batas angkutan penumpang yang sebesar 70 persen, semuanya memiliki jarak.

“Dengan pembatasan kapasitas itu dengan 70 persen, pasti ada yang nempel (berdampingan), yang duduknya bersebelahan, ada juga karena penumpang re-schedule,” tuturnya dalam wawancara khusus dengan JawaPos.com di kantornya, Senin (3/8).

Namun, bukan sembarang penumpang juga yang dapat duduk bersebelahan. Mereka yang berdampingan merupakan penumpang yang berada dalam satu grup atau group booking serta keluarga.

Apalagi, sebelum penerbangan, para calon penumpang terlebih dahulu melewati dua tahapan cek kesehatan. Pertama adalah membawa hasil negatif rapid test atau PCR. Kemudian, ketika di check-in counter, mereka pun akan diperiksa oleh pihak kantor kesehatan pelabuhan (KKP) setempat, seperti cek suhu tubuh dengan thermal scanner.

“Dia (penumpang) negatif, kalau sama-sama negatif, menurut kami kan bersebelahan ngga ada masalah, sama-sama negatif kan,” ungkapnya.

Untuk pencegahan pun, pihaknya tetap menganjurkan para penumpang memakai masker. Bahkan, mereka juga diberikan face shield agar lebih aman.

“Kita juga tetap memberlakukan usaha pencegahan penyebaran dengan tetap di dalam pesawat itu, meminta mereka pakai masker bahkan ketika penumpangnya juga dari Jakarta kita bagikan face shield, jadi kita dalam penerbangan penumpang itu aman,” tutur Edward.

Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA) juga menjelaskan bahwa kursi yang dikosongkan untuk jarak antar penumpang tidak terlalu penting.

“Tentunya mereka punya alasan, salah satunya adalah bahwa pesawat itu punya teknologi penyaringan udara dan sistem sirkulasi pesawat itu sudah dirancang tidak terjadi penyebaran penyakit di dalam ya, bukan hanya virus korona, flu pun sebenarnya dalam pesawat itu sudah dirancang untuk tidak menular ke orang lain,” terang dia.

Sebagai informasi, sebelumnya ramai diperbincangkan penerbangan Lion Air untuk rute Jakarta tujuan Yogyakarta dengan nomor penerbangan JT-554 pada Jumat (31/7). Pasalnya, dalam penerbangan tersebut tidak menerapkan physical distancing.

Editor : Kuswandi

Reporter : Saifan Zaking




Close Ads