alexametrics

Blok WMO Kembali Beroperasi, PHE WMO Genjot Produksi

2 Januari 2017, 20:45:00 WIB

JawaPos.com – Di tengah gejolak harga minyak dunia, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) tetap menunjukkan komitmen untuk mendukung kedaulatan energi nasional. Ini melalui program pengeboran beberapa sumur pengembangan dan eksplorasi. Pemboran sumur pertama dari platform PHE 12, sumur PHE 12-A1 tajak(spud in) pada 23 Desember lalu dengan menggunakan rig jack up Ensco 67.

“Pengeboran sumur PHE 12-A1 ini mengawali fase produksi di POD integrasi serta menjadi awal beroperasinya kembali pengeboran Blok WMO setelah hampir 2 tahun terhenti sebagai dampak jatuhnya harga minyak hingga ke level USD 40/barel. Meski cuaca kurang bersahabat, hingga kini kegiatan tajak berjalan lancar,” kata President Director PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Gunung Sardjono Hadi kepada wartawan, Sabtu (31/12).

Gunung Sardjono menambahkan, program pemboran akan dilanjutkan di anjungan yang sama pada sumur PHE 12-A3 dan PHE 12-A2. Rig dijadwalkan akan berpindah ke anjungan PHE 24 dan dilanjutkan ke sumur eksplorasi PHE N-7-1 sebagai sumur terakhir pada program tahun 2016 – 2017.

“PHE WMO akan menggunakan lumpur pemboran yang ramah lingkungan atau water based mud system. Perkiraan biaya USD 19,528 juta dengan estimasi waktu penyelesaian sekitar 60 hari,” tambahnya.

General Manager PHE WMO Sri Budiyani menambahkan, pengeboran sumur PHE 12-A1 diharapkan bisa menghasilkan produksi awal yang mencapai 1.500 BOPD. Sementara sumur pengeboran PHE 12-A3 dengan produksi awal minyak ditarget sebesar 1.000 BOPD dan sumur PHE 12-A2 dengan target produksi awal minyak sebesar 1.000 BOPD.

“Sesuai terget SKK Migas, pada Februari 2017 lapangan teriuntegrasi EPC-1 diharapkan bisa memproduksi 1.500 barel minyak per hari, lantas meningkat hingga 3.100 barel minyak per hari pada Agustus 2017. Tambahan produksi sekitar 3.100 barel per hari ini sangat penting untuk menstabilkan produksi Blok WMO yang rata-rata penurunan alamiahnya mencapai 50 – 60 persenb per tahun,” katanya.

Dia menambahkan,dalam dua tahun terakhir ini, PHE WMO berupaya mengatasi tekanan penurunan produksi alamiah yang sangat tinggi lewat kegiatan optimasi sumur-sumur yang ada.

“Meski tanpa pengeboran sumur baru, tetapi produksi pada 2016 masih bisa diatas target yang diberikan pemerintah melalui SKK Migas, sekitar 103 persen dari target. Tapi setelah nyaris 2 tahun hanya melakukan optimasi, kini PHE WMO mulai melakukan pengeboran sumur baru,” tuturnya. (ido/JPG)

Editor : fimjepe

Blok WMO Kembali Beroperasi, PHE WMO Genjot Produksi