alexametrics

Pengusaha Mal Pilih Tutup daripada Resto Hanya Buka Sampai 17.00 WIB

1 Juli 2021, 16:36:54 WIB

JawaPos.com – Bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika bisnis yang dikelola bertumpu pada mobilitas masyarakat. Para pelaku industri membutuhkan kepastian dari regulator untuk bisa tetap beroperasi.

Direktur Marketing Pakuwon Sutandi Purnomosidi menyatakan bahwa optimisme pelaku ritel dan pengelola pusat perbelanjaan bergantung pada angka kunjungan. Karena itu, dia bersyukur saat kondisi membaik pada kuartal II dan mal boleh beroperasi normal.

“Sebagai pusat perbelanjaan, kami selalu taati protokol kesehatan. Karena kami sendiri takut operasional dibatasi lagi,” ungkap pria yang menjabat ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur itu.

Dia menyatakan bahwa kinerja pengelola mal biasanya terpangkas hingga 50 persen saat diberlakukannya pembatasan atau PPKM. Itu terjadi pada Mei 2020 dan Januari 2021. Namun, Sutandi mengaku saat ini angka kunjungan berangsur membaik.

Pembatasan jam operasional sangat berpengaruh pada kinerja mal. Hingga Rabu (30/6), pemerintah masih mengizinkan pusat perbelanjaan beroperasi sampai pukul 20.00. Namun, penyedia makan dan minum hanya boleh melayani dine in hingga pukul 17.00.

“Kalau sampai 17.00, artinya pengunjung bisa berkurang sampai tinggal 10 persen. Daripada rugi, lebih baik kami tutup saja sampai kebijakannya dicabut. Yang jadi korban akhirnya pekerja di mal,” tegas Sutandi.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (bil/c12/hep)

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads