← Beranda

Harga Tanah Makin Mahal, BUMN Kebut Tujuh Proyek TOD

Dhimas GinanjarRabu, 31 Mei 2023 | 22.24 WIB
MENYATU STASIUN KA: Kawasan hunian vertikal Samesta Mahata Margonda Depok saat diresmikan Presiden Joko Widodo pada 13 April 2023.

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2021 jumlah backlog kepemilikan hunian di Indonesia mencapai 12,7 juta rumah. Di wilayah DKI Jakarta, misalnya, hanya 35 persen rumah tangga yang memiliki hunian yang layak, dan 37,71 persen menyewa/kontrak tempat tinggal.

Pemerintah melalui Kementerian BUMN tidak tutup mata akan permasalahan yang terjadi. Pembangunan kawasan hunian transit oriented development (TOD) yang digagas Menteri BUMN Erick Thohir dianggap bisa menjawab pemenuhan kebutuhan hunian yang terintegrasi dengan transportasi umum di tengah kota.

Salah satu proyek percontohan TOD milik BUMN adalah Samesta Mahata Margonda Depok yang telah selesai dibangun oleh Perum Perumnas. Proyek hunian TOD ini menawarkan one-stop solution terhadap berbagai permasalahan mulai dari kebutuhan hunian hingga kemacetan.

“Masalah hunian yang disinergikan dengan transportasi umum bisa menjadi solusi untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi agar kemacetan bisa dikurangi,” ujar Erick Thohir.

Dia juga menyebut hunian TOD ini memiliki persentase minat yang cukup tinggi, bahkan saat peresmian Hunian Milenial untuk Indonesia di Pondok Cina Depok pada 13 April 2023 lalu bersama Presiden Jokowi, sebanyak 65 persen dari unit yang tersedia di Samesta Mahata Margonda sudah laku.

Selain di Depok, hunian Perumnas pun tersebar di lokasi Serpong Tangerang Selatan, Tanjung Barat dan Cengkareng Jakarta, Karawang, Dramaga dan Parung Panjang Bogor.

“Selain di Pondok Cina, Perumnas memiliki dua proyek vertikal lain yang terintegrasi langsung dengan stasiun, yaitu Samesta Mahata Serpong yang terkoneksi langsung dengan stasiun Rawa Buntu dan Samesta Mahata Tanjung Barat yang terintegrasi dengan stasiun Tanjung Bara,” ucap Dirut Perumnas Budi Saddewa Soediro.

Kedua proyek TOD tersebut hingga saat ini sedang dalam proses pembangunan, dimana berdasarkan paparan Dirut Perumnas, progres fisik pembangunan Samesta Mahata Tanjung Barat sudah mencapai 80 persen dan Samesta Mahata Serpong mencapai 76 persen.

Tidak hanya hunian vertikal, Perumnas juga memiliki hunian tapak yang terintegrasi dengan transportasi KRL Jabodetabek di Samesta Parayasa, Bogor. Hunian strategis di barat Serpong ini akan menghadirkan stasiun baru Parayasa yang berada di dalam kawasan perumahan tersebut.

“Perumnas bertekad untuk menyediakan hunian bagi masyarakat Indonesia, pembangunan proyek-proyek TOD ini diharapkan mampu memberikan dampak positif pada pengurangan angka backlog di Indonesia sekaligus menjadi benchmark pembangunan hunian terintegrasi transportasi di kota-kota lain”, ucap Budi.

Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengatakan bahwa hunian berkonsep TOD makin diminati di tengah persoalan kenaikan harga BBM dan pajak kendaraan bermotor, pembatasan plat ganjil/genap dan rencana penerapan ERP di beberapa jalan.

“Peluang hunian TOD di DKI Jakarta menjelaskan bagaimana pengembangkan konsep TOD didorong oleh tren pembangunan sarana transportasi massal,” jelas Ferry.

Pengamat properti sekaligus Excecutive Director Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda juga sepakat hunian TOD perlu terus dikembangkan. Pasalnya, harga tanah yang terus meningkat, sehingga pemerintah serta tanah-tanah BUMN harus diamankan dan dibangun TOD.

“Diperlukan terobosan dalam hal penyediaan hunian yang mampu mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya seperti pengembangan TOD yang dipelopori Perum Perumnas,” pungkasnya.

EDITOR: Dhimas Ginanjar