JawaPos.com- Tren bisnis digital marketing agency di Indonesia semakin digandrungi anak muda. Kecenderungan menawarkan barang atau jasa di internet semakin tinggi. Apalagi memasuki era digital, menggunakan teknologi menjadi alat penjualan dan pemasaran yang dinilai paling efektif.
Caranya pun cukup sederhana yakni menawarkan produk atau jasa kepada konsumen melalui media sosial. Katakan saja Instagram, Facebook, Twitter, hingga aplikasi TikTok. Hampir seluruh pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM menggunakan strategi promosi yang satu ini.
Selain itu, membuat situs atau website khusus dengan seluruh konten situs atau website berisi produk atau jasa kita juga menjadi salah satu alat pemasaran atau promosi lain.
Melihat permintaan ini, tentu bisnis digital marketing agency memiliki peluang yang sangat menjanjikan.
Digital marketing agency sendiri merupakan perusahaan berbasis teknologi dan digital yang menawarkan jasa dan pelayanan promosi melalui media digital kepada para pelaku usaha dan entrepreneur.
Bukan hanya entrepreneur yang sudah mapan saja, melainkan juga para pelaku usaha yang masih merintis bisa memanfaatkan hadirnya digital marketing agency.
Cara kerja digital marketing agency mengandalkan media online dan internet untuk memperkenalkan dan mempromosikan bisnis dari klien-klien mereka untuk dikenal oleh masyarakat dalam cakupan yang cukup luas.
Strategi yang digunakan oleh para pelaku digital marketing agency adalah dengan memperhatikan peningkatan kualitas website atau situs, twitter marketing, google adwords ataupun search engine optimization atau SEO.
Peluang bisnis digital marketing agency
Bisa dikatakan bahwa digital marketing agency memiliki potensi dan peluang yang cukup besar terutama di era digitalisasi.
Dikutip dari Cloud Host bahwa Internet World Statistic mengungkapkan data pengguna internet di dunia telah mencapai 2,4 miliar kepala manusia atau setara dengan 34 persen dari seluruh jumlah penduduk di dunia.
Angka ini masih akan terus bertambah setiap tahunnya bahkan setiap bulannya dengan perhitungan rata-rata penambahan sebesar 14 juta kepala manusia yang akan menggunakan internet di masa depan.
Berdasarkan data tersebut, sudah menjadi bukti bahwa digital marketing agency memiliki peluang yang cukup besar dibandingkan bisnis digital lainnya.
Sebab, semakin besar ekosistem digital, semakin banyak pelaku usaha dan entrepreneur yang memanfaatkan teknologi dan digitalisasi sebagai alat pemasaran dan promosi, maka permintaan akan jasa dan layanan digital marketing pun semakin besar.
Dibandingkan strategi pemasaran konvensional pada umumnya, strategi pemasaran dan promosi menggunakan teknologi secara digital ini juga mengurangi biaya pemasaran namun tetap meningkatkan daya jual terhadap produk atau jasa tertentu.
Para pelaku usaha dan entrepreneur yang semakin melek teknologi dan mengerti pentingnya melakukan pemasaran secara digital ini membutuhkan jasa yang bisa mengoperasikan platform digital mereka untuk menawarkan dan melakukan promosi produk atau jasa kepada masyarakat dalam cakupan yang cukup luas.
Risiko bisnis digital marketing agency
Di samping berpeluang tinggi, tentu memulai suatu bisnis selalu ada risiko yang menyertainya. Tak terkecuali bisnis digital marketing agency ini. Ada tiga risiko yang sedang menanti kita yang akan merintis digital marketing agency.
1. Risiko persaingan bisnis
Melihat peluang bisnis digital marketing agency yang cukup menjanjikan, tentu bukan kita saja yang ingin merintis bisnis ini. Ada banyak orang yang juga melihat peluang bisnis digital yang satu ini sehingga membuat risiko persaingan bisnis semakin tinggi.
Lahirnya banyak digital marketing agency mampu meningkatkan persaingan antar pelaku bisnis. Biasanya, para pelaku bisnis digital marketing agency akan berlomba-lomba menawarkan jasa dan layanan yang berbeda dari perusahaan yang lainnya.
Solusi untuk menghadapi risiko ketatnya persaingan bisnis adalah dengan selalu meningkatkan pelayanan pemasaran dan promosi kita.
2. Risiko kegagalan konten promosi
Maksud dari kegagalan konten promosi adalah konten yang kita buat untuk memasarkan produk atau jasa klien ternyata gagal diterima oleh masyarakat luas. Ini bisa jadi karena adanya kesalahan dalam memutuskan strategi atau teknik marketing yang digunakan sehingga pesan tidak langsung sampai kepada konsumen. Risiko kegagalan konten promosi ini menjadi salah satu kesalahan umum yang sering terjadi dan lumrah.
3. Risiko manajemen keuangan yang buruk
Salah satu risiko yang bukan hanya terjadi di digital marketing agency, tetapi juga bisa terjadi di perusahaan sektor lainnya.
Namun, khususnya digital marketing agency biasanya lebih sering mengalami hal ini. Sebab, agency biasanya banyak berhubungan dengan vendor yang mana mengharuskan pembayaran invoice.
Kalau tidak di-handle dengan baik, maka arus kas bisa menjadi berantakan karena pembayaran yang tidak tercatat atau pembayaran mandek.
Atur arus kas dengan lebih rapi
Untuk menghindari hal tersebut, kita bisa memanfaatkan aplikasi pembayaran online untuk melakukan transaksi keuangan bisnis, mulai dari transfer, pembayaran invoice, hingga reimbursement dan payroll gaji karyawan.
Spenmo bisa digunakan sebagai aplikasi pembayaran online. Salah satu caranya adalah dengan mengintegrasikan rekening bank ataupun kartu kredit perusahaan dengan akun Spenmo untuk melakukan pembayaran semua kebutuhan bisnis.
Kamu bisa melakukan top-up pada Spenmo Account menggunakan kartu kredit yang dimiliki perusahaan. Dana yang telah tersimpan tersebut bisa digunakan untuk melakukan pembayaran tagihan, invoice, hingga modal usaha.
Kelebihan menggunakan software ini, selain fiturnya yang lengkap dan biayanya murah adalah kamu bisa mengatur dan mengelola pengeluaran bisnis dengan lebih efektif dan efisien. Data transaksi pengeluaran pun jadi lebih transparan dan pastinya tersusun rapi.