← Beranda

Hargai Cabai Rawit di Kota Madiun Tembus Rp 110 Ribu per Kilogram, Dampak Mulai Dikeluhkan Sejumlah Pihak

Muhammad Zaky DharmawanKamis, 7 Desember 2023 | 01.07 WIB
Harga cabai rawit maupun cabai merah besar di sejumlah pasar tradisional terus mengalami kenaikan.

 

 

JawaPos.com - Harga cabai rawit di Kota Madiun, Jawa Timur terus melambung hingga menyentuh ratusan ribu rupiah.

Lastri, seorang pedagang di Pasar Sleko, Kota Madiun, keheranan dengan kenaikan harga cabai rawit yang mencapai Rp 30 ribu dalam kurun waktu sehari.

''Kemarin (4/12) masih Rp 80 ribu, hari ini jadi Rp 110 ribu per kilogram,'' kata Lastri, pada Selasa (5/12) dikutip dari Radar Madiun.

Pedagang yang biasa membeli dagangan ke Pasar Besar Madiun (PBM) itu tidak tahu pasti penyebab meroketnya harga cabai rawit.

''Mungkin produksinya tidak ada, harga dari petani sudah naik Rp 10-15 ribu,'' ujarnya.

Analisis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan Kota Madiun, Tri Prasetyaningrum, angkat suara perihal kenaikan harga cabai rawit.

Tri mengamini bahwa harga asal cabai rawit dari petani sudah relatif tinggi. ''Produksi cabai rawit turun karena cuaca tidak mendukung, sehingga harganya naik,'' katanya.

Tri menyebut sejumlah faktor biang meroketnya harga cabai rawit. Salah satunya adalah permintaannya yang tengah naik.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Kian Meroket, Pemerintah Jember Diimbau Stabilkan Harga Jelang Nataru

Di sisi lain, tidak ada produksi alias tidak ada pertanian cabai rawit di Kota Madiun.

Rantai pasokan cabai rawit yang panjang serta permintaan besar yang tidak diikuti oleh persediaan, menyebabkan harga di pedagang eceran mengalami kenaikan.

Masih dilansir dari Radar Madiun, sejumlah cara mengantisipasi kenaikan harga cabai rawit, diantaranya seperti, meningkatkan produksi di daerah sendiri.

Dinas terkait perlu mendorong petani lokal untuk menanam cabai rawit atau bersinergi dengan petani luar daerah melalui pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Tri mengambil contoh Kota Malang yang punya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan.

Dia menyebutkan jika pemerintah terus melakukan subsidi pangan, hal itu tidak akan berkelanjutan. 

Dalam catatan Dinas Perdagangan Madiun, terdapat pasokan dua ton cabai rawit dari Nganjuk dan Kabupaten Kediri yang masuk ke PMB.

Kenaikan harga cabai rawit, berdampak signifikan pada sejumlah pihak. Seperti rumah makan, catering, dan restoran.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti