JawaPos.com - Salah satu organisme pengganggu tumbuhan (OPT) utama, yakni antraknosa yang biasanya menyerang komoditas hortikultura seringkali menjadi penyebab penurunan hasil serta merusak nilai estetika tumbuhan, khususnya cabai.
Janu Riyanto, petani di Kabupaten Sleman, Yogyakarta berbagi tips untuk mengatasi OPT ini. Dia menggunakan pestisida nabati sebagai solusinya mengendalikan Antraknosa.
"Bahan pestisida nabati yang digunakan adalah bawang putih 5 siung, air kelapa 1 buah, putih telor 2 butir dan tetes tebu 50 ml," terangnya melalui keterangan pers, Kamis (21/5).
Cara membuatnya adalah dengan bawang putih ditumbuk halus, kemudian dicampurkan dengan bahan lain, dan setelah itu disaring sebelum diaplikasikan. Cara penggunaannya, hasil saringan tadi dicampurkan ke dalam air sebanyak 1 tangki atau 16 liter dengan dosis 200 ml, kemudian semprotkan pada tanaman cabai pada pagi hari.
"Penggunaan pestisida nabati di ulangi setiap 10 hari sekali, untuk lebih efektif dapat disemprotkan pada saat cabai berumur 50 hari sampai selesai panen," tutur dia.
Direktur Perlindungan Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Sri Wijayanti Yusuf mengatakan, pestisida nabati merupakan salah satu bahan pengendali OPT ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk mengendalikan antraknosa.
Dia menjelaskan bahwa dalam budidaya ramah lingkungan, petani harus sudah mengurangi pemakaian pestisida kimia sintentik dan mulai menggunakan bahan pengendali ramah lingkungan.
"Tentunya kita harapkan produksi yang dihasilkan aman konsumsi dan bebas dari residu pestisida. Ini sebagaimana arahan Bapak Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo,Red)," pungkasnya.