JawaPos.com - Keberadaan koperasi dianggap menjadi solusi bagi para petani agar mempunyai posisi tawar menawar yang baik kepada distributor. Tidak hanya itu, kehadiran koperasi juga dianggap bisa membantu dalam memotong rantai distribusi yang panjang.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf di acara diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (29/7).
Menurut dia, Indonesia harus mencontoh sistem tataniaga Korea Selatan. Negeri ginseng tersebut memperkuat kelembagaan petani melalui keberadaan koperasi.
"Kelembagaan petani harus kuat, entah itu koperasi atau bukan. Kalau kita meniru model Korea, itu hampir semua komoditas pertanian ada koperasiya," terangnya.
Melalui koperasi ini, hasil panen petani masuk ke pasar lelang. Darisana kemudian ritel membeli hasil panen petani hingga akhirnya langsung dijual ke konsumen.
"Nah ini rantai distribusinya sangat pendek sehingga yang terjadi di Korea itu harga di tingkat petani dan harga di tingkat end user tidak terlalu timpang," kata dia.
Pendeknya rantai distribusi dianggap akan memberi keuntungan baik dari tingkat petani sampai konsumen. Dengan demikian, tidak perlu lagi ada aturan yang berbelit jika pada akhirnya hanya akan kembali menuai konflik.