alexametrics

Gandeng Tokopedia, OVO Bidik 80 Juta Pengguna Aktif

31 Oktober 2018, 16:44:54 WIB

JawaPos.com – Platform pembayaran digital OVO mengumumkan kemitraan dengan Tokopedia. Pengguna Tokopedia dapat memilih OVO sebagai metode pembayaran pembelian mereka.

Kemitraan ini memperluas penggunaan OVO ke ranah e- commerce, yang bertujuan menjadikan OVO sebagai platform pembayaran digital dengan penerimaan terluas di Indonesia. Pendekatan terbuka OVO terhadap perdagangan non-tunai secara langsung mendukung visi Bank Indonesia dan OJK untuk mendigitalisasi perekonomi Indonesia di bawah inisiatif Gerakan Non-Tunai.

Kemitraan dengan Tokopedia merupakan bagian dari strategi tiga pilar OVO untuk memperkenalkan pembayaran digital kepada seluruh masyarakat Indonesia yaitu toko ritel (mal, warung, toko kelontong, dan lainnya), layanan online- to-offline (O2O) melalui kemitraan dengan Grab, dan sekarang melalui e-commerce. 

Kemitraan bersama Tokopedia disinyalir akan menambahkan 80 juta pengguna aktif bulanan Tokopedia ke dalam 60 juta basis pengguna OVO. Kemitraan ini juga akan menambahkan lebih dari 4 juta mitra pedagang Tokopedia ke dalam jaringan merchant terdepan yang meliputi mal, warung, serta mitra GrabFood dan agen Kudo.

Director of Enterprise Payments OVO Harianto Gunawan mengatakan kemitraan ini memvalidasi strategi untuk menghadirkan platform pembayaran perusahaan di Indonesia, baik secara online maupun offline. Penggunaan uang tunai adalah suatu kebiasaan yang sangat sulit diubah dan konsumen hanya akan beralih ke pembayaran non-tunai apabila hal itu lebih mudah dan aman dibandingkan penggunaan uang tunai. 

“Bekerja sama dengan para mitra merupakan cara paling efisien untuk menghadirkan semakin banyak tempat dimana konsumen dapat go cashless. Setiap mitra yang bekerja sama dengan kami, membawa kami lebih dekat kepada tujuan kami untuk menjadikan pembayaran digital tersedia bagi siapa saja, di mana saja, dan kapan saja,” tuturnya dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (31/10).

Kedepannya, Jason Thompson, CEO OVO mengaku memiliki optimis di akhir tahun 2018 ini. Setelah mengukuhkan diri sebagai platform pembayaran digital nomor satu berdasarkan volume transaksi, ia berharap kemitraan dengan Tokopedia bisa mempercepat pertumbuhan OVO.

“Kami berharap segera melihat peningkatan pengguna baru dan jumlah transaksi yang signifikan untuk mendorong kepemimpinan OVO di berbagai pasar,” jelasnya.

OVO telah memantapkan dirinya sebagai platform pembayaran digital pilihan di Indonesia, hanya dalam kurun waktu satu tahun setelah resmi diluncurkan dan terus memperluas penggunaan OVO di tiga use case utama:

1. Ritel: Konsumen dapat menggunakan OVO di 90 persen mal seluruh Indonesia, termasuk hypermarket, department store, kedai kopi, bioskop, operator parkir, dan rumah sakit terkemuka. Selain itu, OVO dapat digunakan di UKM, dengan perluasan jangkauan pembayaran QR-code untuk tersedia di 100.000 UKM pada akhir tahun 2018.

2. Layanan O2O: Konsumen dapat menggunakan OVO di beberapa platform O2O terdepan yang tersedia di 500 kota di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. OVO sudah bermitra dengan Grab, perusahaan layanan ride-hailing terdepan di Indonesia dengan 62 persen pangsa pasar (berdasarkan lembaga riset ABI). GrabFood, layanan pengantaran makanan dengan pertumbuhan tercepat denga 4x pertumbuhan berdasarkan GMV di H1 2018, juga termasuk dalam integrasi ini. OVO juga memasukkan 1.7 juta jaringan Kudo ke dalam ekosistemnya.

3. E-commerce: OVO akan tersedia sebagai pilihan pembayaran di Tokopedia dan platform, e-commerce lainnya. Sebagai e-commerce marketplace terdepan, Tokopedia telah hadir di 93 persen kabupaten di seluruh Indonesia. Diakses oleh 80 juta pengguna aktif setiap bulannya dan lebih dari 4 juta mitra pedagang untuk bertransaksi digital.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (uji/JPC)

Gandeng Tokopedia, OVO Bidik 80 Juta Pengguna Aktif