Alasan BPWS Tawarkan Proyek Suramadu Rp 53,1 Triliun ke Investor

31/07/2017, 12:51 WIB | Editor: Mochamad Nur
Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menawarkan proyek senilai Rp 53,1 triliun di Kawasan Khusus Madura (KKM) dan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPWS, Herman Hidayat membeberkan alasan pihaknya menawarkan proyek tersebut. Menurutnya, saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mencukupi untuk membiayai pembangunan di KKJSM dan KKM.

"Sehingga kami undang para investor untuk ikut membangun kawasan yang ada di KKJSM,dan KKM," ujarnya di kantor BKPM, Jakarta, Senin (31/7).

Sesuai Peraturan Presiden nomor 23 tahun 2009 tentang Badan Pengembangan Wilayah Suramadu yang diberi tugas untuk membangun dan mengelola, KKJSM seluas 600 hektar (ha) dan KKM 600 ha. Apabila APBN tak bisa digunakan, pembangunan melalui skema investasi adalah langkah terbaik.

Saat ini, tercatat empat kabupaten/kota di Pulau Madura dari 38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur berada di posisi paling buncit dalam tingkat pembangunan daerahnya. Keempatnya yakni Sampang (38), Bangkalan (37), Sumenep (36), Pamekasan (35).

Untuk Kabupaten Bangkalan yang berada di kawasan KKJSM, pihaknya akan membangun kawasan industri, pemukiman, kawasan perdagangan dan jasa serta pariwisata. Sementara di kawasan KKM, BPWS hampir sama dengan pembangunan KKJSM, yang berbeda hanya pembangunan pelabuhan Tanjung Bulu Pandan.

"Jadi untuk menghubungkan kedua kawasan tersebut pemerintah akan bangun jalan tol," pungkasnya.

(cr4/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi