alexametrics

Rajin Beri Makan Ikan, Peroleh Kehidupan

30 November 2021, 07:00:40 WIB

JawaPos.com – Rajin-rajinlah memberi ikan makan, rajin pula ikan memberi kita makan. Atas dasar keyakinan itulah, M Yani (49) sehari empat kali memberi makan ikan nila budidaya dalam keramba yang membentang di Sungai Batanghari.

“Kasih dia pakan pagi, siang, sore, malam. Alhamdulillah hasilnya beda. Orang empat bulan panen, bapak tiga bulan. Pakannya yang kita kejar,” tuturnya dengan nada senang lewat sambungan telepon, Kamis (25/11/2021).

Ia memiliki 30 keramba di Desa Aro dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA). Rata-rata berukuran 12 meter, yang terbesar mencapai 15 meter. Semula semua untuk budidaya nila, belakangan ia juga merintis patin. Harga jual nila Rp25ribu perkilogram, sedangkan patin Rp22 ribu.

Budidaya di sungai umumnya menghasilkan daging ikan yang lebih enak dibanding kolam.  Hanya saja, harus sabar bersahabat dengan alam. Keramba gampang jebol oleh arus deras sungai bila debit air naik. Beruntung selama ini, bila ada keramba yang jebol, ikannya tidak langsung habis. Itu berkat jaring keramba yang dipasangnya dua lapis.

Yani tidak sendiri. Ia mengetuai Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Sekintang Dayo Aro yang mengelola sekitar 80 keramba. Hampir tiap hari mereka panen mencapai rata-rata dua ton. Melimpahnya jumlah ikan mengharuskan pengaturan panen agar harga jual tidak anjlok.

Pun demikian dengan pemasaran, harus dipikirkan bersama. Tidak bisa hanya memikirkan pemasaran hasil panen sendiri. Apalagi, hampir seluruh warga Desa Aro adalah pembudidaya. Pasar lokal menjadi terasa sempit.

Yani lantas berinisiatif membuka pasar di kabupaten lain. “Sekarang lagi cari pasaran ke luar karena sudah over kapasitas. Jalanlah dulu ke sana ke Tebo, Muaro Bungo, minta bantuan kawan, alhamdulillah pasar sudah ketemu, tinggal antarnya,” ujar pria yang memiliki tiga anak itu.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM




Close Ads