alexametrics

Satgas: Investasi Bodong Timbulkan Ketidakpercayaan Produk Keuangan RI

30 November 2017, 18:46:56 WIB

JawaPos.com – Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi memberikan sosialisasi agar masyarakat tidak mudah tertipu dengan investasi bodong. Sosialisasi ini dilakukan karena total kerugian akibat investasi bodong dari 2007 hingga 2017 kurang lebih Rp 105,81 trilliun.

Ketua Satgas dan Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan, investasi bodong semakin banyak dikarenakan masyarakat mudah tergiur bunga tinggi. Lalu, pelaku-pelaku dari investasi bodong juga memakai tokoh agama atau masyarakat agar dipercaya.

“Dampak yang ditimbulkan adalah ketidakpercayaan kepada produk keuangan di Indonesia,” kata Tongam di Gedung Soemitro djojohadikusumo, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, Kamis (30/11).

Selain itu, katanya, investasi bodong menimbulkan potensi ketidakstabilan dan mengganggu proses pembangunan dalam negeri. Menurut Tongam, masyarakat-masyarakat yang menjadi korban dari investasi bodong tidak akan mendapat ganti rugi.

“Kami jelaskan kembali, tidak ada ganti rugi. Pemerintah tidak menanggung kerugian dari investasi ilegal, karena tidak ada dasar hukumnya,” jelasnya.

Ketua Satgas ini mengharapkan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan iming-iming keuntungan tidak wajar dalam waktu yang cepat. Hal karena sesuai dengan karakteristik investasi bodong.

“Kita tidak menunggu kerugian masyarakat. Pada saat kita analisis dan ada laporan dari lembaga serta masyarakat, ya kita hentikan. Tidak hentikan, kita minta masyarakat waspada, jangan ikut kegiatan itu,” tuturnya.

Tongam berharap agar masyarakat yang mengetahui adanya investasi bodong segera melapor. Laporan bisa melalui telpon dengan nomor 1500655, email (waspadainvestasi@ojk.go.id) atau melalui website http://sikapiuangmu.ojk.go.id.

Editor : admin

Reporter : (sab/JPC)


Close Ads
Satgas: Investasi Bodong Timbulkan Ketidakpercayaan Produk Keuangan RI