alexametrics

Perangi Investasi Bodong, Satgas OJK Tambah Enam Orang Personel

30 November 2017, 17:02:55 WIB

JawaPos.com – Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi akan menambah personelnya. Bila sebelumnya hanya tujuh anggota, nantinya akan berjumlah 13 anggota.

Keenam anggota tersebut berasal dari Bank Indonesia (BI), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Kementerian Dalam Negeri. Lalu, ada Kementerian Agama, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketua Satgas dan Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing menambahkan, penambahan anggota satgas dikarenakan masyarakat masih sering tertipu dengan investasi bodong.

“Rencana penambahan keanggotaan Satgas Waspada Investasi dengan menambahkan keanggotaan dari enam hingga menjadi 13 Kementerian atau Lembaga pada Semester II 2017,” ujarnya di Kantor OJK, Jakarta, Kamis (30/11).

Tongam menambahkan, penambahan anggota ini dalam rangka optimalisasi, efisiensi, dan respons cepat atas pengaduan dan/atau pelaporan dari masyarakat. Pelaporan ini atas kegiatan penghimpunan dana tanpa izin yang terjadi di daerah.

Dia menegaskan, pada 2017, satgas melakukan kegiatan pencegahan berupa Sosialisasi Satgas Berupa Waspada Investasi di Bandung, Pontianak, Denpasar, Lampung, Mataram, Surabaya, Yogyakarta, dan Serang.

Lalu, Satgas melakukan pembekalan tim kerja Satgas Waspada Investasi Daerah di Medan, Semarang, Bandung, Denpasar, Lampung, Surabaya, Mataram, Banjarmasin, Palembang, Solo, Serang, dan Yogyakarta. Satgas juga menerima informasi dalam Investor Alert Portal (IAP) sebanyak 132 entitas.

Dalam penerapannya, Satgas memberlalukan Grand Strategy yang berupa tindakan berupa preventif dan represif.

Tindakan preventif, seperti memperkuat Satgas Waspada Investasi, lalu mewajibkan seluruh industri keuangan yang belum terdaftar khususnya LKM, Fintech, dan Pegadaian Swasta untuk mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, meningkatkan peran OJK dan Satgas di daerah, serta publikasi kegiatan investasi ilegal untuk menciptakan tren jumlah investasi ilegal menurun.

Selanjutnya tindakan represif, yakni menangani investasi ilegal, memperkuat proses penegakan hukum bagi pelaku investasi ilegal, dan bersama anggota Satgas membentuk crisis center untuk korban investasi ilegal.

Editor : admin

Reporter : (ce1/sab/JPC)


Close Ads
Perangi Investasi Bodong, Satgas OJK Tambah Enam Orang Personel