alexametrics

Komit Kembangkan SDM Unggul, Hutama Karya Gelar Silaturahmi Kebangsaan

30 Agustus 2019, 14:08:44 WIB

JawaPos.com – Ribuan karyawan PT Hutama Karya (Persero) menghadiri kegiatan Silaturahmi Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Hutama Karya pada Senin, 26 Agustus 2019 bertempat di Ballroom HK Tower, Cawang, Jakarta.

Dibuka oleh Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo, kegiatan Silaturahmi Kebangsaan ini mengusung tema ‘Meneguhkan Pancasila sebagai Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia’ dengan menghadirkan pembicara Gus Miftah dan Deddy Corbuzier.

Dalam sambutannya, Bintang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 dan sebagai bentuk dukungan nyata kepada pemerintah dalam menciptakan SDM Unggul untuk membangun infrastruktur hebat, demi Indonesia Maju.

“Untuk menjawab tantangan di era disrupsi ini, Indonesia membutuhkan SDM Unggul yang berideologi Pancasila, toleran, terus menerus mau belajar, bekerja keras dan berdedikasi sehingga dapat membangun negeri tercinta,” terang Bintang.

Gus Miftah yang hadir sebagai pembicara bersama dengan Deddy Corbuzier selama kurang lebih dua jam, sangat menyita antusiasme Insan Hutama Karya dan juga undangan. Dalam paparannya, Gus Miftah mengingatkan betapa pentingnya persatuan bangsa, karena hal yang dapat disalahgunakan untuk memecah belah Indonesia adalah isu ideologi, agama, serta rasial. “Indonesia merdeka karena persatuan rakyat Indonesia yang tertuang dalam Pancasila,” lanjut Gus Miftah.

Turut hadir dalam acara ini Dewan Komisaris dan Direksi Hutama Karya bersama dengan perwakilan dari Kementerian Badana Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Keuangan.

Kegiatan Silaturahmi Kebangsaan ini merupakan inisiasi dari Hutama Karya, yang bertujuan untuk meneguhkan kembali Pancasila sebagai ideologi Negara di setiap pribadi Warga Negara Indonesia pada umumnya dan Insan Hutama Karya khususnya, ditengah kemudahan komunikasi dan interaksi yang dapat membawa ancaman terhadap ideologi Pancasila, keragaman beragama, tradisi dan budaya, hingga ancaman terhadap warisan kearifan-kearifan lokal bangsa Indonesia.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads