JawaPos Radar

Kartu Tani Wujudkan Integrasi Sektor Pertanian Nasional

30/08/2016, 20:28 WIB | Editor: diojepe
Kartu Tani Wujudkan Integrasi Sektor Pertanian Nasional
Menteri BUMN Rini Soemarno (dua dari kanan) saat soft launching Kartu Tani di Jombang, Jawa Timur. (JPG Photo)
Share this image

JawaPos.comJOMBANG – Pemerintahan Joko Wodido serius memberi perhatian kepada petani. Karena itu, mereka telah mempersiapkan Kartu Tani. Langkah awal, Selasa (30/8) Menteri BUMN Rini Soemarno me-soft launching Kartu Tani di Pabrik Gula (PG) Tjoekir, Kabupaten Jombang, Jawa Timur Kartu Tani ini merupakan yang pertama dalam sejarah Indonesia yang mampu mengintegrasikan data sektor pertanian, mulai dari tanam, pemeliharaan, pasca-panen, hingga pembiayaannya.

Menteri BUMN Rini Soemarno secara simbolis menyerahkan Kartu Tani kepada 904 petani di lingkungan pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) tersebut. Saat ini, disiapkan untuk para petani di daerah lainnya, dan tidak hanya terbatas pada komoditas tebu saja, tapi juga komoditas pangan lain.

”Kartu ini menjadikan industri gula terintegrasi satu sama lain. Para pelakunya sudah terhubung, baik itu petani, pabrik gula, produsen pupuk, hingga perbankan. Ini merupakan fase baru agar ke depan sektor pertanian Indonesia makin maju, modern, dan yang terpenting bisa memfasilitasi petani untuk mendapatkan berbagai kemudahan,” ujar Rini.

Kartu Tani adalah basis data yang menunjukkan profil petani secara lengkap, mulai dari luas dan lokasi lahan, jadwal panen, penjatahan pupuk, hingga akses pembiayaan perbankan. Untuk petani tebu, datanya dilengkapi dengan rincian transaksi pabrik gula, termasuk jumlah rendemen (kadar gula dalam tebu) dan jumlah produksi gula. Dengan sekali klik, semua aktivitas petani terekam, sehingga semuanya transparan.

Rini menambahkan, dengan kartu tersebut, para petani bakal mendapat banyak kemudahan. Antara lain, kepastian ketersediaan sarana produksi pertanian (saprotan) bersubsidi/non-subsidi, termasuk distribusi pupuk. Kemudahan akses pembiayaan bank BUMN melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga terjangkau, dan difasilitasi kemudahan sertifikasi tanah melalui skema Prona dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Selain itu, bisa mendapat kemudahan subsidi dari program-program yang dijalankan pemerintah.

Selain itu, Rini menyebutkan, para petani yang telah memegang Kartu Tani mendapat kemudahan penjualan hasil panen oleh Bulog (off-taker) tanpa perantara dan kemudahan penerimaan pembayaran hasil panen dari off taker

Kartu Tani juga bertujuan mengedukasi petani tentang pentingnya melek keuangan. Karena terintegrasi dengan perbankan, di kalangan petani diharapkan bisa tumbuh budaya menabung dan tidak konsumtif setelah menerima pembayaran hasil komoditas. ”Bahkan, para petani juga diedukasi tentang pentingnya asuransi, termasuk untuk menjamin pendidikan buah hatinya. Artinya, Kartu Tani ini juga sekaligus upaya mendorong terwujudnya inklusivitas sektor keuangan karena memperbesar aksesibilitas publik terhadap produk keuangan,” ujar Rini.

Bagi pemerintah, Kartu Tani menjadi basis data petani yang akurat dan terintegrasi. Pemerintah mengetahui secara detil luas lahan pertanian hingga per petak, waktu panen, kinerja petani, dan berbagai hal teknis lainnya.

Direktur Utama PTPN X Subiyono menambahkan, Kartu Tani merupakan hasil sinergi antara PTPN dan bank BUMN. Sistem di antara perusahaan-perusahaan tersebut terintegrasi. Saat ini di seluruh lingkungan pabrik gula milik PTPN X telah dilakukan pendataan terhadap 8.748 petani dengan sebaran 75.853 petak seluas 58.704 hektare. “Data tersebut bakal divalidasi secara bertahap melalui foto udara, sehingga presisi petak per petak lahannya. Setelah itu baru diberikan Kartu Tani,” ujarnya.(ido/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up