JawaPos Radar

Bos Bappenas Usul Penerima Bansos Bukan Perokok

30/07/2018, 15:17 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Bos Bappenas Usul Penerima Bansos Bukan Perokok
diDiskusi Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Senin (30/7). (Hana Adi Perdana / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Tahun 2018, pemerintah menargetkan sebanyak 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (KPH). Hingga pertengahan tahun, target penyaluran sudah mencapai 50 persen.

Dalam upaya bantuan tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengajukan usulan agar kedepannya para penerima manfaat tersebut tidak boleh ada yang merokok.

"Saya sampaikan ke pak Dirjen (perlindungan dan jaminan sosial Kemensos) disini, ke depan, semua keluarga penerima PKH atau ke mereka yang menerima BPNT, itu tidak boleh lagi merokok," ujarnya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Senin (30/7).

Menurut dia, hal itu perlu dilakukan lantaran komponen rokok menyumbang 10-11 persen terhadap garis kemiskinan yang ada di kota dan desa. "Jadi kalau kepala keluarga atau siapapun yang merokok, maka otomatis upah atau pendapatan full keluarga tersebut terganggu sampai 10-11 persen," tambahnya.

Bagi mantan Menteri Keuangan tersebut, pengeluaran yang biasa digunakan untuk membeli rokok alangkah lebih baiknya digunakan untuk membeli bahan makanan yang dibutuhkan sehari-hari. Apalagi, harga rokok setiap tahunnya terus mengalami kenaikan meskipun tidak mengalami fluktuasi layaknya harga beras yang mudah berubah sewaktu-waktu karena gejolak pasar. 

"Lebih baik kalau diganti untuk beli telur, daging ayam ataupun kebutuhan yang sifatnya menunjang kebutuhan makanan. Jadi ini penting untuk kita berikan pembelajaran, semua keluarga yang menerima PKH maupun BPNT harus berjanji berhenti merokok. Kalau tidak pengeluaran riil atau pendapatan riil mereka terganggu," pungkasnya. 

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up