alexametrics

Sebagai Agen Pembangunan, bank bjb Berperan dalam Pemulihan Ekonomi

30 Juni 2020, 20:24:48 WIB

JawaPos.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) terus berupaya mengambil peran dalam mendorong pemulihan ekonomi di Jawa Barat, khususnya di masa adaptasi normal baru. Sebagai bank yang memiliki total aset Rp 123 triliun, bank bjb menjadi bank yang memiliki aset dan laba terbesar di antara BPD lain di Indonesia. Karena itu, bank bjb akan turut berperan mendorong pemulihan ekonomi di Jawa Barat ke berbagai sektor, terutama setor yang langsung bersentuhan dengan pemulihan ekonomi masyarakat.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah memengaruhi sistem perekonomian. Berangkat dari sektor pelaku bisnis formal, melemahnya permintaan global maupun domestik telah mengakibatkan efek domino yang mengganggu aktivitas bisnis sehingga pelaku usaha menunda investasi, terutama pelaku usaha pada sektor-sektor yang terdampak signifikan antara lain sektor manufaktur, konstruksi, transportasi, dan lainnya.

Menurut Yuddy, semakin meluasnya penularan Covid-19 mendorong pembuat kebijakan melakukan langkah pembatasan aktivitas usaha melalui lockdown atau pembatasan sosial berskala besar. Kebijakan tersebut memang berhasil menurunkan penyebaran Covid-19 namun dampak terhadap kegiatan perekonomian yang terbatas perlu menjadi perhatian bersama.

’’Kelompok masyarakat yang kegiatan ekonominya bergantung dari pendapatan harian seperti pekerja di sektor informal dan UMKM pada akhirnya menjadi sektor yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19. Pelaku usaha formal maupun UMKM menjadi terancam karena tidak dapat memenuhi kewajiban kreditnya dan berpotensi menjadi kredit macet atau NPL (Noan Performing Loan),’’ ujar Yuddy dalam Government Roundtable Series Covid-19: New, Nest & Post.

Yuddy menyebutkan bahwa dengan kondisi ini, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun masyarakat akhirnya mengandalkan tabungan yang semakin hari semakin menipis. Ketika terakumulasi secara nasional, kondisi tersebut dapat mengakibatkan sektor keuangan menghadapi permasalahan likuiditas. Dengan demikian, dalam arus lingkar makroekonomi, tutur Yuddy, hampir semua agen ekonomi yaitu korporasi atau pelaku usaha formal, pelaku usaha informal dan UMKM, rumah tangga, pemerintah, maupun sektor keuangan, mengalami guncangan.

Pihaknya menyadari bahwa krisis yang terjadi saat ini adalah unik karena disebabkan pandemi virus yang kemudian menyebar luas tidak hanya mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa. Namun, juga memengaruhi kegiatan perekonomian. Karena itu, stimulus yang disusun pemerintah pun bersifat multisektoral dari kebijakan sosial sampai dengan kebijakan ekonomi. Stimulus tersebut, menurut Yuddy, diperlukan untuk memastikan bahwa individu dan pelaku usaha mampu bertahan selama krisis Covid-19 sehingga mampu membantu proses pemulihan pasca-krisis.

Bicara Provinsi Jabar, tutur Yuddy, sektor-sektor yang berkontribusi besar terhadap ekonomi perlu dipulihkan dengan cepat agar dapat segera mendorong pertumbuhan ekonomi. Dukungan perbankan yang kuat, pembentukan modal, pemulihan ekonomi, dan produktivitas, dibutuhkan untuk membantu proses pertumbuhan ekonomi dengan cepat. bank bjb tentu mendukung penuh program-program prioritas Jawa Barat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah. Salah satunya, yaitu dengan rencana bisnis yang bersinergi dengan program prioritas pembangunan di Jawa Barat,’’ katanya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM



Close Ads