alexametrics

Ganggu Cash Flow, Buwas Minta Pemerintah Lunasi Utang Rp 2,61 Triliun

30 Juni 2020, 12:30:48 WIB

JawaPos.com – Perum Bulog masih memiliki piutang berjalan di pemerintah sebesar 2,6 triliun dari total Rp 3,1 triliun. Piutang ini merupakan beban penugasan yang diberikan pemerintah ke BUMN Pangan tersebut sejak 2018.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso melaporkan, sepanjang Januari-Juni 2020, pemerintah baru membayar Rp 566 miliar. Sehingga masih ada saldo piutang Bulog di pemerintah sekitar Rp 2,61 triliun.

“Mengingat pencairan utang pemerintah kepada Bulog sangat penting dan berdampak pada arus kas perusahaan, kami sangat berharap agar pelunasan utang pemerintah kepada Perum Bulog dapat segera dilakukan,” kata Budi Waseso dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, dilansir dari Antara, Selasa (30/6).

Pria yang akrab disapa Buwas itu menuturkan, total utang sebesar Rp 2,6 triliun tersebut berasal dari kegiatan cadangan stabilitas harga pangan (CSHP) Gula 2019 sebesar Rp 1,35 triliun, serta pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) kuartal IV-2019 Rp 369 miliar.

Kemudian, program KPSH beras kuartal I-2020 Rp 837,84 miliar, penyaluran beras untuk bencana alam 2018 sebesar Rp 8,01 miliar, dan bantuan bencana alam 2019 sebesar Rp 39,01 miliar. Buwas menjelaskan bahwa piutang yang masih tertahan di pemerintah tersebut sangat berdampak pada pola arus kas perusahaan.

Oleh karenanya, ia berharap agar pemerintah dapat segera melakukan pelunasan utang. Selain itu, Buwas menambahkan bahwa BUMN Pangan tersebut tidak mendapatkan suntikan penyertaan modal negara (PMN) pada tahun ini, begitu juga dengan dana talangan.

Namun demikian, Bulog berencana mengajukan proposal pengajuan PMN pada 2021. “Perum Bulog berencana mengajukan proposal pengajuan PMN 2021. Ini pun kita melihat bagaimana situasi keuangan negara,” kata dia.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Antara



Close Ads