alexametrics

Bank bjb Dukung Program RPJMD Jabar

30 Juni 2020, 21:44:44 WIB

JawaPos.com – Pemulihan ekonomi dan pembangun di Jawa Barat, menjadi perhatian besar bank bjb. Bahkan, Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi menegaskan bahwa bank bjb pun selalu memperhatikan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jabar yang didukung berbagai inovasi dan kolaborasi.

Hal itu dibuktikan melalui pembiayaan infrastruktur daerah dan UMKM, pembinaan industri kreatif, inkubator bisnis, literasi dan inklusi keuangan, berkontribusi melalui dividen pendapatan asli daerah, CSR, dan infrastruktur teknologi yang bisa diimplementasikan untuk layanan publik.

’’bank bjb pun terus berupaya meningkatkan peran sebagai agen pembangunan melalui sinergitas strategi korporat dengan rencana pembangunan daerah, serta fokus pada industri daerah, sektor UMKM dan industri unggulan daerah, produk inovatif berbasis teknologi, inklusi, serta tanggung jawab sosial lingkungan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi,’’ katanya.

Keselarasan strategi bank bjb dengan rencana pembangunan daerah menjadi salah satu nilai yang ditawarkan bank bjb sebagai agen pembangunan. Berbagai proses bisnis selalu disinergikan dengan strategi pemerintah daerah untuk mengembangkan produk yang dibutuhkan, bagaimana strategi penasaran yang dibutuhkan, hingga bagaimana strategi pengembangan layanan dan jaringan, semua disinergikan guna menciptakan peran bank bjb sebagai agen pembangunan daerah yang lebih kuat.

Strategi bisnis yang telah ditetapkan pun memiliki tiga tujuan; Profitability, yakni memberikan sebuah bisnis yang memberikan keuntungan, sehingga keberlangsungan usaha dapat terjaga dengan baik; Propoor, yaitu mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM, serta masyarakat menengah bawah. Kemudian, Pro-Development, yaitu meningkatkan peran bank bjb sebagai agen pembangunan daerah dan mendukung program pembangunan daerah.

’’Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan melalui tiga fokus utama: Reposisi Bisnis, yakni mempertahankan captive market dan market share; Reengineering, yakni berkomitmen melalui IT dalam menciptakan infrastruktur yang agile dan reliable untuk mendukung transformasi digital; serta Reorganisasi, yakni mendorong organisasi untuk mendukung secara optimal pencapaian visi yang telah ditetapkan dengan efektif dan efisien,’’ kata Yuddy.

Di tengah pandemi Covid-19, tutur Yuddy, RUPS telah menyetujui pembagian dividen yang lebih besar dengan dividen pay-out rasio sebesar 60 persen kepada 26 pemerintah daerah se-Jawa Barat sebesar Rp 575 miliar. Dividen tersebut diharapkan dapat turut membantu penanganan Covid-19 di Jawa Barat pada saat ini.

Sementara untuk pengembangan UMKM, bank bjb memiliki dua ruang lingkup pelayanan. Yaitu, pemberdayaan dan pembiayaan. Pemberdayaan UMKM dikemas melalui Produk bjb PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu) yang dijalankan untuk membentuk wirausaha baru, peningkatan kapasitas usaha, serta pelayanan sehat dan produktif yang menjangkau hingga tingkat desa, organisasi UMKM hingga praktis dan perguruan tinggi.

Untuk lingkup pembiayaan UMKM, kata Yuddy, selain memiliki produk kredit reguler dengan sasaran pelaku UMKM bankable, bank bjb juga memiliki Produk bjb MESRA dan KUR. bjb MESRA merupakan pinjaman usaha kepada masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui rekomendasi rumah ibadah setempat tanpa agunan. Sedangkan bjb KUR bertujuan membantu pelaku UMKM yang visible dan belum bankable dalam memperoleh fasilitas pembiayaan.

Sedangkan dalam upaya mendukung dan mendorong pembangunan sesuai fokus Pro-Development, bank bjb memiliki Produk bjb INDAH (Infrastruktur Daerah) yang ditujukan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur serta pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah.

’’Terdapat tiga klasifikasi bjb INDAH berdasarkan jangka waktu yaitu jangka pendek, jangka menegah, dan jangka panjang,’’ kata Yuddy.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM



Close Ads