Saat Menteri Eko Gaet Perguruan Tinggi Cari Format Terbaik Bangun Desa

30/03/2018, 09:34 WIB | Editor: Mochamad Nur
Meteri PDTT Eko Putro Sandjojo (Istimewa)
Share this

JawaPos.com – Pemerintah bersama Perguruan Tinggi dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya terus mencari format terbaik untuk mengembangkan perekonomian di daerah, khususnya di desa. Pemerintah, lewat APBN terus menggelontor dana puluhan triliun untuk menggerakan perekonomian di sana.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo menyambut baik perguruan tinggi dan lembaga lainnya dalam mencari format terbaik pengembangan wilayah pedesaan.

“Dengan dialog, kita mendapatkan feedback mana yang perlu diteruskan dan diperbaiki," ujar Eko Putro saat berbicara dalam sebuah diskusi "Mewujudkan Masyarakat Desa Mandiri" di Jakarta, Kamis (29/3).

Dikatakannya, kunci sukses pembangunan di desa adalah partisipasi masyarakat. Untuk itu, keaktifan melakukan dialog dengan berbagai elemen masyarakat dan  mensosialisasikan hasil-hasil pembangunan desa jadi sangat penting.

“Dengan begitu publik tahu untuk apa saja Dana Desa dipergunakan. Semuanya harus transparan,” terang Eko.

Sekjen PP KAGAMA (Keluarga Alumni Univeritas Gajah Mada) AAGN Ari Dwipayana menyampaikan, kolaborasi pihaknya dengan Kemendes PDTT dilakukan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ke depan dalam pembangunan desa, mengingat jumlah dana desa yang dialokasikan ke desa semakin besar.

Dampaknya harus dilihat, apakah akan berdampak pada penurunan kemiskinan dan ketimpangan sosial atau tidak.

“Kita bersama-sama mendorong supaya dana desa yang semakin besar itu bisa memunculkan partisipasi warga sehingga pembangunan desa bisa berkelanjutan dan mandiri," katanya.

Menurutnya, membangun desa tidak sekadar membangun di desa. Karena, kalau membangun di desa artinya sama dengan orang luar yang membangun desa. Padahal masyarakat desa punya modal sosial, yaitu kekuatan masyarakat desa dalam menggerakan pembangunan di desa, dan partisipasi masyarakat menjadi kekuatannya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi II Budiman Sudjatmiko mengatakan, kalau Indonesia mau maju, investasinya pada neuron/otak dan silicon, setelah infrastuktur.

“Kita dorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), lembaga riset Perguruan Tinggi, penggiat desa, kolaborasi kerja sama dengan desa. Inovasi dan kreativitas, kuncinya,” pungkasnya.

Rasito.

(nas/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi