JawaPos Radar

Realisasi Rumah Murah di Malang Masih Minim

29/12/2017, 19:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Rumah Murah
ILUSTRASI (dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Realisasi kepemilikan rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Malang Raya masih terbilang minim.

Di tahun 2017 ini, rumah yang terbangun baru 2000 unit. Padahal, jumlah backlog (permintaan) di Malang Raya ada sekitar 15 ribu unit rumah.

Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim Koordinator Wilayah Malang Makhrus Sholeh mengatakan, saat ini permintaan rumah murah terbilang banyak. Namun, stoknya masih kurang. 

Meskipun, secara jumlah mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Tahun ini, jumlah rumah murah yang terbangun sebanyak 2000 unit. Sedangkan tahun lalu ada sekitar 1600 unit. "Ada peningkatan, tapi tetap masih kurang untuk wilayah Malang " ujarnya pada JawaPos.com, Jumat (29/12).

Makhrus menerangkan, salah satu kendala pembangunan rumah murah dikarenakan harga tanah saat ini cukup tinggi. Selain itu, juga karena masalah perizinan. Meskipun sudah dikeluarkan PP 64/2016 dan didukung paket kebijakan ekonomi Jokowi yang ke-13, pemerintah daerah rupanya masih banyak yang belum tahu. 

"Harus perlu sosialisasi lagi. Sebelumnya ada 33 perizinan, sekarang tinggal 11 perizinan. Di lapangan belum banyak yang menjalankan," kata dia.

Sementara itu, biaya perizinan sendiri saat ini juga terbilang masih tinggi, yakni sekitar 80 persen.  "Tinggi sekali. Beberapa oknum, mulai RT, RW, camat, lurah tidak sedikit yang masih meminta biaya tambahan," ungkapnya.

Dirinya mengatakan, pihaknya masih belum bisa memberantas hal tersebut, meskipun sudah ada tim saber pungli (pungutan liar). "Kalau tidak dikasih tidak selesai-selesai. Berantas biaya non resmi masih sulit," lanjutnya.

Makhrus mengungkapkan, harga rumah murah juga akan mengalami peningkatan pada tahun 2018 mendatang. Jika sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 123 juta per unit, nanti akan naik menjadi Rp 130 juta per unit.

Pihaknya pun berharap, pada tahun 2018 mendatang, pembangunan rumah murah bisa mengalami peningkatan sebesar 20 persen. Di Malang Raya sendiri, jumlah pengembang rumah murah ada sekitar 20 pengembang. Sedangkan di Jatim ada sekitar 200 pengembang.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up