JawaPos Radar

Pasok Devisa, Pemerintah Genjot 4 Destinasi dan 5 Wisata Prioritas

29/08/2018, 17:22 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kementerian Pariwisata
WISATA: Konferensi pers usai rapat koordinasi bertema 'Memperkuat Sinergi dalam Akselerasi Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas' di Jogjakarta, Rabu (29/8). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah secara lintas sektor akan mengembangkan 5 destinasi wisata yang siap dipasarkan dan 4 destinasi prioritas yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Hal itu dilakukan agar secara cepat menyumbangkan devisa negara dan mengentaskan kemiskinan.

Strategi ke depan telah ditetapkan setelah digelarnya Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (BI) secara tertutup di Hotel Royal Ambarukmo Jogjakarta pada Rabu (29/8).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, 5 destinasi wisata yang siap untuk dipasarkan yaitu Bali yang menyumbang 40 persen devisa, Jakarta dengan 30 persen. Kemudian ada Jawa Timur (Jatim) yang ada Semeru, Bromo, serta Tengger dan Banyuwangi.

Sementara untuk 4 destinasi prioritas yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi adalah Danau Toba, Borobudur yang mewakili Jogja, Solo, Semarang. Kemudian Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Masalah utamanya itu di akses, termasuk di Jogja," katanya dalam konferensi pers usai rapat koordinasi bertema 'Memperkuat Sinergi Dalam Akselerasi Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas'.

Jogjakarta baru mendatangkan sekitar 250 ribu wisatawan mancanegara saja dalam setahun. Namun dengan adanya pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang rencananya selesai pada 2019 nanti, diyakini dalam setahun bisa 2 juta wisatawan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, rapat koordinasi ini merupakan tindaklanjut atas arahan dari Presiden. "Untuk bagaimana memperkuat sinergi mengembangkan destinasi wisata," katanya.

Upayanya adalah dengan 3A dalam wisata, atau Akses Atraksi, dan Amanitas. Didukung dengan 2P, yaitu Promosi dan Pelaku Wisata. Sejumlah target juga telah ditetapkan dalam rapat koordinasi ini. Yaitu pada 2019 nanti bisa mendatangkan 20 juta wisatawan asing dengan USD 17,6 miliar masuk devisa. Naik dari tahun sebelumnya yang mencapai USD 14 miliar.

Kemudian pada 2024 nanti bisa lebih meningkat. Yaitu jumlah wisatawan asing sebanyak 25 juta dengan devisa USD 20,8 miliar.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up