JawaPos Radar

Dampak Positif Asian Games 2018 Terhadap Sektor Properti

29/08/2018, 18:37 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Dampak Positif Asian Games 2018 Terhadap Sektor Properti
Ilustrasi Asian Games 2018 (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Indonesia saat ini tengah menyelenggarakan perhelatan ajang olahraga internasional, Asian Games 2018. Pemerintah sudah mempersiapkan segala infrastruktur untuk kebutuhan pertandingan maupun properti untuk tempat tinggal atlet.

Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, dari perhelatan tersebut juga dapat memberikan dampak ke sektor properti secara tidak langsung. Namun, dampak tersebut dapat dirasakan secara jangka panjang.

Menurutnya, hal tersebut sapat dilihat dengan banyaknya properti yang dibangun demi kesuksesan penyelengaraan Asian Games 2018.

"Kalau dibandingkan penyelenggaraan negara-negara sebelumnya, memang tidak terlalu terlihat signifikan (pembangunan properti), selain Wisma Atlet di Jakarta dan Jakabaring (Palembang) di luar tersebut selebihnya kepada (pembangunan) infrastruktur dan penataan tata kota yang lebih bagus," ujarnya dalam acara media briefing di Kantor Savills, Jakarta, Rabu (29/8).

Anton menjelaskan, berkaca cari negara-negara penyelenggara multisport event lainnya seperti Spanyol, Amerika Serikat (AS), Australia dan Yunani, mengalami peningkatan harga properti yang tingga pasca 5 tahun usai penyelenggaraan even.

Di Atlanta, AS pada olimpiade tahun 1996 harga properti di kota tersebut naik 19 persen, sedangkan di Sydney, Australia pada even tahun 2000, harga properti meningkat 50 persen. Kemudian ada juga Athena, Yunani pada even tahun 2004 meningkat hingga 64 persen, serta Barcelona, Spanyol pada even tahun 1992, harga properti naik 131 persen.

"Dampaknya tinggi sekali terjadi seperti di Barcelona, karena penyelenggarannya terjadi di daerah pinggiran," katanya.

Namun, Indonesia dalam even Asian Games 2018 tidak signifikan dalam membangun properti. Menurutnya, hal ini dikarenakan pemerintah ingin menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia yang kuat di tengah perekonomian global.

"Indonesia tidak ingin jor-joran tapi tunjukkan kalau secara ekonomi dan sosial kuat. Selama ini dikira kan fragile (rentan ekonominya). Jadi motivasinya ingin tunjukkan bisa selenggarakan even yang aman dan meriah. Jadi tambahan lainnya yang berupa legacy property mungkin itu jadi berkas kedua," tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up