alexametrics

Potensi Lockdown dan Perang Dagang jadi Sorotan Investor Pekan ini

29 Juni 2020, 10:49:10 WIB

JawaPos.com – Pergerakan pasar saham Indonesia masih dipengaruhi sentimen dampak pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Berbagai kebijakan dunia pun turut mewarnai ruang gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperkirakan masih akan melemah.

Lesunya aktivitas ekonomi turut mempengaruhi kinerja perusahaan yang dibidik oleh investor pasar modal. Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 di Amerika Serikat dan Jerman yang diikuti lockdown membuat pasar kawatir. Jika terjadi lockdown kembali, maka pasar akan menghadapi lebih banyak risiko pelemahan di jangka pendek.

“Pelaku pasar merespons negatif kebijakan lockdown pada sektor bisnis di beberapa negara bagian di Amerika Serikat setelah terjadi lonjakan kasus infeksi Covid-19. Kami berpendapat lockdown parsial di negara bagian punya dampak lebih kecil ke ekonomi dibandingkan lockdown nasional yang dilakukan pada April Mei,” ujarnya dalam pesan singkatnya, Senin (29/6).

Ditambah, data pengangguran tidak sebaik yang diharapkan mengkonfirmasi prediksi sebelumnya bahwa pembukaan ekonomi tidak mengembalikan daya beli. Para pengusaha terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat lemahnya daya beli.

“Pasar perlu konfirmasi kenaikan daya beli dan perbaikan data ekonomi sesudah pembukaan ekonomi,” tuturnya.

Selain itu, proyeksi IMF yang lebih jelek dari proyeksi sebelumnya menunjukkan ke depan dunia memasuki periode resesi. Sehingga perlu lebih banyak stimulus untuk mendorong ekonomi.

“International Monetary Fund (IMF) memangkas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi -0,3 persen dari dari sebelumnya 0,5 persen. Dampak Covid-19 membuat proyeksi ekonomi Indonesia menurun tetapi jauh lebih baik dari negara-negara lain di dunia,” jelasnya.

Di sisi lain, potensi perang dagang meningkat setelah para pejabat Tiongkok memperingatkan bahwa campur tangan Amerika Serikat di Hong Kong dan Taiwan dapat membuat Beijing mundur dari komitmennya untuk membeli barang pertanian AS. “Kami melihat ini merupakan strategi tawar-menawar antarnegara untuk mendapatkan keuntungan perdagangan. Tetapi berita ini negatif bagi pasar keuangan dunia,” ucapnya.

Hans Kwee menambahkan, rencana pemerintah menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun di bank himpunan milik negara (Himbara) dari Bank Indonesia (BI) menjadi sentimen positif karena memperkuat perbankan nasional. “IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan suppot di level 4.821 sampai 4.712 dan resistance di level 4.977 sampai 5.018,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads