JawaPos Radar

5 Peluang Usaha Ini Bikin Kaya Raya di Tengah Pelemahan Rupiah

29/06/2018, 11:23 WIB | Editor: Saugi Riyandi
5 Peluang Usaha Ini Bikin Kaya Raya di Tengah Pelemahan Rupiah
ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mata uang tanah air saat ini memang sedang bermuram durja lantaran Dolar Amerika serikat (AS) yang makin perkasa. Namun, bagi yang berniat terjun ke dunia wirausaha jangan berkecil hati.

Semua yang ada di dunia pasti memiliki sisi positif dan negatif. Begitupun pada momentum pelemahan rupiah, pasti ada suatu peluang yang dapat mengantarkan kita menuju sukses melalui keputusan usaha.

Pelemahan kurs memang dikenal merugikan, baik perusahaan maupun individu. Banyak yang kebakaran jenggot saat nilai tukar rupiah terdepresiasi terhadap USD. Terutama bagi mereka yang model usahanya banyak bersinggungan dengan pergerakan nilai tukar.

Namun, seperti ungkapan peribahasa ‘Ada Siang Ada Malam’, jika ada yang dirugikan, sudah pasti ada yang menangguk keuntungan dari pelemahan rupiah ini. Jika Anda sedang melirik terjun di dunia bisnis, jangan pesimis dulu. Mengutip situs cermati.com, beberapa peluang usaha ini masih berprospek bagus ditengah pelemahan rupiah ini.

1. Eksportir Ikan Segar

Semakin rupiah melemah, makin untung pula eksportir. Keuntungannya pun baik dari sisi volume hingga nilai ekspor. Semakin melemah, biasanya harga produk di luar negeri sana jadi lebih murah dan ini mendorong lebih banyak minat pembeli. Akhirnya permintaan pun meningkat. Dan eksportir bisa kebanjiran order.

Selain itu, nilai ekspor juga akan berlipat dengan sendirinya. Misalnya bila sebelumnya harga ikan per kilogramnya USD1 dengan kurs Rp13.000, bila rupiah melemah ke Rp14.000, maka dengan harga ikan yang sama saja otomatis eksportir sudah dapat untung lebih, yaitu bertambah Rp1000.

Tapi ingat, tidak semua hal berkaitan ekspor diuntungkan dengan pelemahan rupiah. Siapa mereka? Yaitu eksportir yang masih mengandalkan bahan baku atau penolong dari luar negeri. Semakin rupiah melemah, artinya biaya impor akan lebih mahal, akhirnya harga jual produknya juga makin mahal.

2. Eksportir Perhiasan dan Pernak Pernik dari Laut

Keragaman hayati lautnya. Bukan hanya ikan, hasil laut lain juga tak kalah menariknya untuk dijadikan nilai tambah produk ekspor. Anda bisa menjadi pengekspor perhiasan dari mutiara. Selain keindahan khas yang ditampilkan, mutiara juga memberikan kesan yang elegan dan berkelas bagi pemakainya. Tak diragukan lagi, mutiara kerap jadi banyak incaran pecinta perhiasan di seluruh penjuru dunia.

Anda juga bisa berkreasi dengan dari bebagai limbah laut seperti cangkang keong laut, karang kecil, pasir, dan lainnya untuk souvenir. Bukan hanya cantik, keunikannya pun menjadi daya tarik pecinta craft.

3. Eksportir Limbah Laut

Siapa bilang limbah laut tidak bermanfaat. Bisa dibilang hampir seluruh hasil laut ini tidak ada yang terbuang sia-sia. Bahkan limbahnya pun bernilai dan menjadi komoditas ekspor.

Anda tahu kitosan? Ya, cangkang kepiting ini juga banyak diminati pasar internasional. Tak hanya itu, cangkang udang, kulit kerang, sisik ikan, dan hasil laut lainnya juga bernilai untuk diekspor. Biasanya mereka membutuhkan cangkang kepiting untuk bahan baku pelitur produk mebel.

4. Eksportir Hasil Pertanian dan Perkebunan

Selain hasil laut, produk-produk hasil pertanian dan pekebunan juga sangat menjanjikan bagi eksportir pada saat rupiah melemah. Produk Indonesia yang banyak diminati oleh para importir luar negeri termasuk hasil pertanian dan perkebunan. Diantaranya jagung, kacang hijau, mangga, nanas, manggis, dan buah-buahan tropikal lainnya untuk hasil pertanian. Lalu kakao, tembakau, kopi, teh, karet, kelapa sawit, rempah-rempah seperti lada hitam, lada putih, kayu manis, biji pala, vanili, dan lainnya untuk hasil perkebunan.

5. Pemandu Wisata

Dengan bermodalkan menguasai bahasa asing utamanya Inggris, lebih bagus lagi ditambah beberapa bahasa lainnya, maka Anda bisa meraup untung dari pelemahan rupiah ini. Bagi yang hobi traveling, pasti tahu bahwa negara yang nilai tukarnya melemah jadi tujuan utama wisatawan mancanegara. Mereka bisa menekan bujet perjalanan secara signifikan. Jadi, momen inilah yang tidak akan mereka lewatkan.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up