alexametrics

Ketidakpastian Untungkan Negara ASEAN

Politik Menghangat, Rupiah-IHSG Terpukul
28 September 2019, 15:46:09 WIB

JawaPos.com – Ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut diprediksi malah menguntungkan emerging market atau negara-negara berkembang. Modal asing akan mengalir deras lantaran lemahnya perekonomian sejumlah negara maju.

“Indonesia akan mendapatkan aliran modal asing yang tinggi,” ujar Deputi Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjarnako saat pelatihan wartawan ekonomi di Denpasar Jumat (27/9). Derasnya aliran modal asing turut membuat cadangan devisa Indonesia terjaga. BI sendiri mencatat, sampai Agustus, aliran modal asing yang masuk RI mencapai USD 3,5 miliar.

Aliran modal tersebut masuk pada instrumen di sektor publik dan swasta dalam bentuk PMA (penanaman modal asing) dan investasi portofolio. “Artinya, kita masih menarik dan ada orang mau datang,” imbuhnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan, dunia internasional akan kehilangan momentum menguntungkan bila tidak memprioritaskan berinvestasi di negara-negara Asia Tenggara. Sebab, pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemajuan masyarakat di Asia Tenggara cukup baik.

“Dengan kombinasi skala populasi yang sangat besar dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, peluang bisnis di ASEAN masih sangat menjanjikan,” katanya kemarin.

Ekonom Indef Nawir Messi menambahkan, Indonesia sendiri masih kalah dengan negara-negara tetangga dalam menarik investasi. Hal itu terlihat dari tidak dipilihnya Indonesia sebagai negara tujuan ketika terjadi relokasi investasi akibat perang dagang. Investor lebih memilih Vietnam dan Thailand.

Infografis investasi Indonesia dan Vietnam (Jawa Pos)

“Ya, kita lemah dari sisi regulasi, kualitas tenaga kerja, dan lain-lain,” sahutnya. Hal itu harus diperbaiki. Menurut Nawir, reformasi regulasi harus dipercepat. Terutama dari sisi perpajakan, kemudahan berusaha, dan penegakan hukum.

Sementara itu, kondisi global belum menunjukkan perbaikan. Bahkan, ketidakpastian diprediksi terus berlangsung dengan wacana impeachment Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ditambah dengan adanya ketegangan Timur Tengah. Dari sisi domestik, eskalasi politik masih berlanjut.

“Pasar tampaknya mulai takut dengan kondisi ini. Kita lihat investor asing mulai menjual, dan keluar (dari pasar). IHSG turun, rupiah melemah,” jelas Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdulah kemarin.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat sore (27/9) terpantau melemah di kisaran Rp 14.170 per dolar AS. Senada dengan rupiah, IHSG) ditutup melemah 33,44 poin ke level 6.196,88.

Peranan Investasi Indonesia vs Vietnam
Rasio Investasi Asing terhadap PDB
Indonesia 2,1%
Vietnam 5,9%

ICOR
Indonesia 6,6
Vietnam 4,6

Jumlah Regulasi Terkait Investasi
Indonesia 6.300
Vietnam 4.000

Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Editor : Edy Pramana

Reporter : (vir/rin/ken/dee/c17/oki)



Close Ads