JawaPos Radar

Program Rumah Murah Belum Maksimal, Backlog Rumah di Jabar Tertinggi

28/09/2017, 20:48 WIB | Editor: Imam Solehudin
Backlog
Ilustrasi (Dok.Jawapos)
Share this image

JawaPos.com - Kesenjangan antara jumlah rumah yang dibangun dengan yang dibutuhkan masyarakat atau backlog, saat ini mencapai 13,5 juta unit.

Jika dirinci, sebesar 7,6 juta unit berdasarkan kepenghunian, dan terdapat rumah tidak layak huni sebanyak 3,4 juta unit.

Sementara kebutuhan perumahan per tahunnya mencapai 800.000-1.000.000 unit.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PU-Pera, Syarif Burhanuddin mengungkapkan, Jawa Barat menjadi daerah yang paling banyak mengalami backlog.

"Kalau besarannya saat ini Jawa Barat. Daerah Jawa lah secara keseluruhan, besarannya saya tidak hafal persis tapi yang paling besar Jawa Barat," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/9).

Menurutnya, kesenjangan itu terjadi karena masih banyak beberapa masyarakat yang kurang mendapat sosialisasi mengenai program satu juta rumah.

"Mereka sudah dapat peraturannya tapi kan butuh penjelasannya, butuh sosialisasi," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya menegaskan jika pemerintah akan tetap menjalankan komitmennya untuk membangun satu juta rumah hingga 2019 mendatang.

"Kami akan komit dan menjalankan regulasi yang ada," pungkasnya.

Sekedar informasi, hingga Sepetember 2017, rumah yang sudah selesai pembangunannya dan siap huni mencapai 624.344 unit.

Dengan rincian jumlah rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 518.694 unit dan non MBR 104.650 unit.

(cr4/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up