Kemasan Susu yang Tercemar Bakteri Streptococcus Dipastikan Rusak

28/08/2018, 12:56 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Ilustrasi susu yang dituangkan pada gelas. (Jack Andersen / Getty Images)
Share this image

JawaPos.com – Muncul titik terang penyebab munculnya bakteri Streptococcus pada produk susu UHT di Sinjai, Sulawesi Selatan. Kemungkinan besar, bakteri masuk karena kemasan produk susu yang diuji oleh laboratorium sudah rusak. Ditemukan adanya kebocoran pada satu dari dua kotak susu 250 ml yang dibeli.

Penjabat Bupati Sinjai, Jufri Rahman saat dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (28/8) mengatakan, temuan itu karena pegawai Badan Pengawa Obat dan Makanan (BPOM) membeli tiga kotak susu UHT di Sinjai. Dua dari kotak yang dibeli tidak ada masalah saat diminum.

Nah, ketika kotak ketiga diminum, ada rasa agak asam. Saat itu dia langsung melakukan uji di laboratorium. Uji tersebut menunjukkan satu kotak susu positif mengandung Streptococcus. ’’Mungkin terkontaminasi karena sudah terbuka atau pernah ada kebocoran waktu diminum oleh yang bersangkutan," ungkap Jufri. 

Oleh sebab itu, Jufri menyebut ada keteledoran dari pihak manajemen minimarket yang menjual produk. Sebab, tidak melakukan pengawasan ketat dalam setiap produk yang diperjualbelikan. "Manajemennya tidak jalan. Makanya itu pelajaran juga harus diperhatikan betul," ucapnya. 

Sebaggai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menyikapi tegas dengan meminta pihak minamarket untuk menarik produk tersebut dari seluruh jejaringnya yang beredar di sebagian besar Sulawesi Selatan (Sulsel). Pihaknya juga sudah bertemu dengan pimpinan Indomaret Sulsel, Senin (27/8) untuk membicarakan hal itu.

"Saya katakan sama mereka, saya tidak butuh persetujuan secara lisan. Saya butuh menyurat sampaikan kepada seluruh jaringan retailmu, untuk menghentikan penjualan susu itu, bukan hanya di Sinjai, tapi seluruhnya yang ada di Sulawesi sini," tegas Jufri kepada JawaPos.com.

Produk susu tersebut kata Jufri, diwajibkan untuk ditarik sembari menggu hasil penelitian lanjutan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar yang sementara ini melakukan uji laboratorium temuan itu. Tujuannya, memberikan ketenangan bahwa produk susu yang tidak rusak, aman dikonsumsi.

"Jadi mereka setuju untuk menarik produk susu itu dari retailnya sampai ada hasil lanjutan dari uji laboratorium dari BPOM," terang Jurfri. 

Apabila dalam pelaksanaannya nanti, masih ditemukan produk susu itu beredar dipasaran khususnya Indomaret, maka sanksi tegas pun bakal disiapkan. "Kita pasti lakukan itu, selama belum ada hasil uji laboratorium dari BPOM, mereka tidak bisa dulu memasarkan," ucapnya. 

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi