JawaPos Radar

Dikritik Soal Ekonomi RI Tahun Depan, Ini Respons Sri Mulyani

28/08/2018, 19:56 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Dikritik Soal Ekonomi RI Tahun Depan, Ini Respons Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani dikritik soal target pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Target sebesar 5,3 persen dianggap sulit dicapai.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan jika pihaknya akan terus melihat sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang bisa didorong. Sehingga, target pertumbuhan 5,3 persen bisa realistis.

"Dalam APBN kami akan tetap melihat sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang memungkinkan untuk dicapai dan jadi acuan untuk perhitungan APBN 2019," ujarnya di DPR, Jakarta, Selasa (28/8).

"Kami akan lihat dari sisi supply, demand yang berasal dari konsumsi, investasi, ekspor, dan pertumbuhan yang berasal dari government spending," tambahnya.

Diharapkan, upaya tersebut dapat mendorong angka-angka yang menjadi komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi.

"Kami sampaikan angka di situ yang menunjukkan kondisi real dan diharapkan itu akan menumbuhkan apa yang disebut kredibilitas dari angka-angka APBN," tuturnya.

Di sisi lain, pihaknya juga akan mengoptimalkan kebijakan-kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Harapannya, upaya itu juga memberi dampak positif ke sektor ekonomi lainnya.

"Kami akan menggunakan instrumen kebijakan agar pertumbuhan ekonomi kita bisa ditingkatkan, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan yang saat ini sudah mencapai tingkat progres yang baik. Itu kami lakukan terus," tandasnya.

Sebelumnya, dalam asumsi makro RAPBN 2019, pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,3 persen. Angka itu sedikit lebih tinggi dibanding tahun ini yang sebesar 5,2 persen.

Anggota DPR Ramson Siagian mengatakan, asumsi tersebut masih dipertanyakan. Dia menyebut Fraksi Gerindra masih mempertanyakan target tersebut apakah sudah moderat untuk direalisasikan.

Pasalnya, dalam beberapa tahun pemerintahan Jokowi - JK, realisasi pertumbuhan ekonomi tidak pernah lebih dari 5,1 persen.

"Gerindra masih tanda tanya apakah PE 5,3 persen pada 2019 bisa terealisasi atau tidak," kata Ramson.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up