JawaPos Radar

Rupiah Anjlok, Darmin: Jangan Tiap Hari Dikomentari

28/06/2018, 17:59 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Rupiah Anjlok, Darmin: Jangan Tiap Hari Dikomentari
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Miftahul Hayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution buka suara soal pelemahan Rupiah yang terjadi hari ini, Kamis (28/6). Dirinya membantah pelemahan Rupiah terjadi bukan karena dampak dari mata uang Yuan.

"Tidak juga sih (karena dampak Yuan)," ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/6).

Seperti diketahui, Rupiah ditutup melemah 108 poin atau terjun ke posisi Rp 14.271 per USD. Penyebabnya adalah sentimen global di antaranya perang dagang berlanjut, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed empat kali tahun ini, dan kenaikan harga minyak dunia.

Rupiah Anjlok, Darmin: Jangan Tiap Hari Dikomentari
Rupiah kalah perkasa dibanding Dolar AS. (Dok. Jawapos.com)

Sayangnya, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) enggan menjelaskan lebih jauh penyebab pelemahan Rupiah. Menurutnya, pemerintah sudah kerap membeberkan penyebab terjadinya pelemahan Rupiah selama ini.

"Kalau tiap hari minta dikomentari ya susah urusan itu, jangan tiap hari dikomentari," katanya seraya tertawa.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, pelemahan rupiah tetap didorong oleh faktor eksternal maupun internal. Khusus untuk faktor internal, pihaknya terus menjaga stabilitas dan melakukan kontrol pada framework kebijakan makro.

"Apakah dari sisi fiskal, moneter, dari sisi neraca pembayaran agar dari sisi kerawanan bisa ditekan. Dari sisi fiskal defisit tetap kita jaga. Pelaksanaan dari sisi penerimaan dan belanja tetap kita sampaikan sesuai rencana," kata dia.

"(Kebijakan) Itu bisa menimbulkan kepercayaan karena tidak ada deviasi meskipun terjadi perubahan yang cukup besar di dalam lingkungan yang kita beroperasi," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga konsisten untuk terus bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas keuangan dan moneter dalam negeri.

"Sementara itu dari sisi external balance akan kita perbaiki meskipun dampaknya jangka menengah panjang. Saya rasa dari instrumen itu adalah salah satu hasil pergerakan dari sentimen market maupun yang sifatnya fundamental. Jadi dua-duanya juga akan kita pelihara," tandasnya.

(ce1/hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up