JawaPos Radar

Curhat Sri Mulyani Soal Pentingnya Effisiensi Anggaran yang Kerap Abai

28/06/2018, 15:13 WIB | Editor: Mochamad Nur
Curhat Sri Mulyani Soal Pentingnya Effisiensi Anggaran yang Kerap Abai
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani tak pernah lelah mengingatkan pentingnya perencanaan anggaran yang matang sehingga alokasinya efisien, kredibel dan transparan. Menurutnya, tidak hanya di kementerian/lembaga (K/L) lain, di kementerian yang dipimpinnya pun masih ada perencanaan anggaran yang belum matang.

"(Anggaran) belanja di Kementerian Keuangan sebanyak Rp 23 triliun, ini adalah suatu keharusan bagi kita untuk menunjukkan kepada kementerian/lembaga yang lain dan kepada daerah," ujarnya di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Kamis (28/6).

"Saya selalu menekankan kepada Kementerian keuangan anda bertanggung jawab menjadi role model karena kalau Bendahara Umum Negara mengelola dan menggunakan anggarannya tidak secara prudent dengan hati-hati dan dengan tata kelola yang baik, dia memberikan contoh yang buruk kepada kementerian lembaga yang lain," sambungnya.

Sebagai pemegang kendali atas keuangan negara, dirinya meminta kepada seluruh pejabat agar lebih detil  melakukan pemeriksaan terhadap setiap dokumen yang ada. Sebab, penting melihat secara lebih jelas pemanfaatan anggaran secara transparan dan kredibel.

"Ternyata sesudah beberapa kali siklus rapim di Kementerian Keuangan,  kita melihat banyak yang bisa diperbaiki," tuturnya.

Sebagai contoh, salah satu perencanaan anggaran yang kurang matang terjadi di lingkungan Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dia mengatakan, bahwa pada saat itu Dirjen Bea Cukai memberi laporan kepadanya bahwa anggaran bahan bakar minyak (BBM) untuk patroli tidak cukup.

"Saya hanya bisa mengatakan kenapa tidak cukup? Iya tidak ada alokasi anggarannya berapa kebutuhannya kalau tidak salah Rp 34 miliar. Saya mengatakan pokoknya itu harus dipenuhi tapi nggak nambah belanja, dan saya nggak mau tahu caranya gimana," terangnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, anggaran tersebut ternyata tidak perlu diubah. Malah, alokasi yang diberikan cukup untuk digunakan saat itu.

"Ternyata bisa dipenuhi tanpa menambah anggaran apapun," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up