alexametrics

DJP Pastikan Tak Perpanjang Masa Pelaporan SPT, Telat Kena Denda

28 Maret 2018, 19:24:59 WIB

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memastikan tidak akan memperpanjang masa pelaporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh) orang pribadi. Itu artinya, pada Sabtu, 31 Maret 2018 menjadi hari terakhir melapor bagi wajib pajak (WP) orang pribadi. Jika telat, WP wajib membayar denda sebesar Rp 100 ribu.

“Sejauh ini tidak ada rencana perpanjangan (pelaporan SPT),” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama kepada JawaPos.com, Rabu (28/3).

Oleh karena itu, dirinya menghimbau kepada para WP untuk segera melaporkannya. Pada Sabtu (31/3) nanti, seluruh kantor pajak akan tetap buka untuk melayani WP yang belum melapor.

DJP Pastikan Tak Perpanjang Masa Pelaporan SPT, Telat Kena Denda
Ilustrasi pelayanan di kantor pajak (Dok.JawaPos.com)

“Kantor pajak akan buka pada hari Sabtu 31 Maret nanti,” tuturnya.

Selain itu, DJP juga telah menyiapkan satuan tugas (satgas) khusus yang melayani pelaporan pajak masyarakat baik secara manual maupun elektronik via e-filling. Diharapkan, detik-detik akhir pelaporan SPT bisa berjalan dengan lancar.

“Semua unit sudah membentuk satgas untuk penerimaan SPT Tahunan, baik melayani yang manual maupun yang minta asistensi untuk e-filing. Juga memastikan kapasitas server memadai untuk mengantisipasi lonjakan pelaporan SPT ini,” pungkasnya.

Sekedar informasi, hingga hari ini, penerimaan SPT yang telah masuk mencapai sekitar 9,1 juta. Jumlah itu meningkat 18,53 persen dibanding tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar 7,7 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.720.352 SPT yang diterima manual. Sisanya mealui elektronik.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : (hap/JPC)


Close Ads
DJP Pastikan Tak Perpanjang Masa Pelaporan SPT, Telat Kena Denda