alexametrics

Sandi Minta Masyarakat Tak Salah Memahami Terminologi ‘Wisata Halal’

28 Januari 2021, 16:50:09 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meminta agar tidak ada masyarakat yang salah paham terhadap istilah wisata halal. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno khawatir, kesalahpahaman terhadap terminologi ‘wisata halal’ akan memecah belah persatuan.

“Jangan kita terpecah belah karena kesalahkaprahan kita terhadap terminologi,” ujarnya secara virtual, Kamis (28/1)

Sandiaga memaparkan, pemerintah pun telah meluncurkan gerakan ekonomi syariah, termasuk di dalamnya wisata halal. Sementara terminologi dari wisata halal yang dimaksud adalah pariwisata yang ramah terhadap umat Muslim.

“Pariwisata halal yang sekarang terminologinya adalah pariwisata ramah Muslim, namanya Moslem friendly tourism,” ucapnya.

Wisata halal tersebut, kata Sandi, merupakan layanan tambahan atau extension of services. Dirinya juga mengungkapkan telah ada beberapa daerah wisata yang memberikan banyak pelayanan untuk wisatawan Muslim.

Misalnya, di Bali banyak restoran yang memberikan layanan untuk wisatawan Muslim. Begitu juga di Danau Toba dan Labuan Bajo.

“Namun, karena permintaannya semakin meningkat, ini harus kita berikan fokus untuk menyesuaikan dengan permintaan tadi, yaitu rebalancing supply and demand,” paparnya.

Sandi menambahkan, wisata religi hingga saat ini juga mengalami peningkatan. Bahkan tak cuma wisata religi untuk Muslim.

“Saya ketemu dengan Keuskupan Ruteng (NTT), di Ruteng ini Pak Uskup menyampaikan Pak Sandi jangan lupa wisata religi di Manggarai Barat Sampai ke Larantuka, kita punya 6 spot untuk retreat yang akhirnya nanti ada salib besar di Larantuka,” pungkasnya.

 

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads