alexametrics

Kemauan Untuk Belajar Jadi Modal Penting Berwirausaha

28 Januari 2021, 15:13:17 WIB

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 yang telah membuat resesi ekonomi di hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia memaksa masyarakatnya untuk berpikir kreatif dalam melihat peluang usaha. Meskipun melihat peluang, tidak sedikit mereka yang khawatir, khususnya soal modal usaha.

Founder Biznis.id Budi Satria Isman menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu takut akan kurangnya modal dalam membangun UMKM. Menurutnya, yang mesti dimiliki oleh wirausaha adalah niat.

“Kalau dilihat bisnis yang maju dan besar itu mereka minim modalnya, yang penting itu adalah mau belajar. Keinginan itu, minat itu emang ada atau tidak, lalu memilih kategori yang tepat untuk kita dan komitmen,” jelasnya dalam Telekonferensi Pers Peluncuran Biznis.id, Kamis (28/1).

Dia pun memberikan kunci agar dapat mengembangkan sebuah bisnis. Salah satunya adalah modal, kemudian pengetahuan dan praktek terkait dengan bisnis tersebut.

Lalu, konsep pemasaran yang harus dilakukan seperti apa juga menjadi dasar penting mengembangkan usaha. Ia mengingatkan bahwa sebuah startup harus memiliki strategi digital dan teknologi.

Setelahnya, yang dibutuhkan adalah legalitas dan dan administrasi keuangan. Bagian terakhir tentunya adalah network daripada pengusaha tersebut untuk mencari orang yang tepat menjadi bagian dalam bisnisnya.

Untuk bisa menerapkan itu semua, Founder Biznis.id, Baskorohadi Sukatmo menyampaikan, perlu memiliki pendalaman soal bisnis yang dijalani. Cara untuk mendapatkannya melalui Biznis.id, platform pembelajaran bisnis secara digital yang memberikan bimbingan mengenai pembentukan dan pengembangan bisnis yang disampaikan oleh para praktisi bisnis.

“Biznis.id mengajak UMKM Indonesia mengasah kemampuan dan membekali diri dengan pengetahuan bisnis sehingga memiliki bisnis yang dapat tumbuh berkesinambungan dan menguntungkan,” tutur dia.

Ada beragam kelas pembelajaran di Biznis.id, mulai dari fundamental bisnis seperti Smart Business Map dan Value Creation sampai dengan bidang spesifik, kemudian Finance and Human Capital seperti Managing Working Capital, Cashflow Management, Understanding Financial Report, Smart Interview, Coaching Skills.

Pendampingan atau mentoring ini akan dilakukan paling tidak 1 bulan sekali. Kemudian, ada juga sesi tanya jawab terkait materi pembelajaran selama dua kali dalam seminggu setiap Senin dan Rabu.

“Pendampingan bisnis secara fisik sementara belum jadi cakupan kami, itu kan harus one on one. Itu menjadi salah satu pertimbangan kami, salah satu prioritas adalah menularkan ke sebanyak mungkin temen-temen UMKM dulu, tapi itu (pendampingan lapangan) menjadi masukan dan pemikiran kami ke depannya,” tutur dia.

Adapun, Budi melanjutkan bahwa peluncuran kelas baru akan terus berlanjut untuk memperkuat pemahaman fundamental bisnis serta melengkapi spesifik skills para entrepreneur. Target yang hendak dicapai adalah menciptakan lebih 1 juta UMKM.

“Kita berharap lebih dari satu juta, kalau kita bisa scale up usaha mikro jadi kecil, tenaga kerja mikro 2 orang, kecil 5-7 orang, itu ada 5 tenaga kerja baru tercipta. Lewat skill itu kita bisa menciptakan 5 juta pekerjaan baru,” jelas dia.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads