alexametrics

Terkendala Lahan, Target Rumah Murah di Jateng Sulit Tercapai

27 November 2018, 18:15:13 WIB

JawaPos.com – Dari target 10 ribu unit, rumah murah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) di Jawa Tengah hingga akhir tahun, baru mampu terjual delapan ribu unit. Tidak tercapainya target ini ditengarai karena ketidaktersediaan lahan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Bidang Rumah Tapak dan Sederhana DPD REI Jateng, M Fachron. “Belum terserapnya rumah murah secara maksimal itu ada beberapa faktor yang memengaruhinya. Di antaranya soal ketersediaan lahan,” ujarnya, Selasa (27/11).

Dari ribuan unit rumah murah yang sudah terserap, mayoritas berlokasi di seputaran Solo Raya. Dan sisanya di wilayah Kabupaten Pekalongan, Tegal Kudus, serta Semarang Raya. “Akhir tahun ini kita kejar terus,” tegasnya.  

Sebenarnya, permintaan rumah murah cukup banyak, kata Fachron. Kendati demikian, para pengembang terganjal dalam pemenuhannya, lantaran kesulitan memperoleh harga tanah yang sesuai. “Memang kendala kita di pengadaan lahannya. Kenaikan harga tanah sudah sulit direm,” sambungnya. 

Ia menyebut saat ini harga tanah di Jateng terus merangkak naik. Menyusul banyaknya investasi infrastruktur yang telah terlaksana. Saat ini, pengembang perumahan untuk dapat membangun rumah paling tidak harus mendapat harga tanah mentok Rp 250 juta.

“Kalau yang (harganya) di bawah itu sebenarnya ada. Masalahnya, tanahnya masih masuk kawasan lahan hijau. Kita masih tunggu revisi Perda RTRW-nya dulu,” cetusnya. 

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)


Close Ads
Terkendala Lahan, Target Rumah Murah di Jateng Sulit Tercapai