alexametrics

Pengamat: PeduliLindungi ke Sistem Pembayaran Terkesan Memaksa

27 September 2021, 10:04:10 WIB

JawaPos.com – Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memiliki keinginan agar aplikasi PeduliLindungi nantinya juga akan dikembangkan menjadi sistem pembayaran digital. Hal itu seiring dengan mulai berkembangnya sistem pembayaran digital di Indonesia dan pelaku usaha kecil yang mulai menerapkannya.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yidhistira mempertanyakan terkait fokus tujuan utama aplikasi tersebut. Sebab, rencana pengembangan aplikasi tracing Covid-19 tersebut cenderung memaksa.

“Memasukkan aplikasi pembayaran ke pedulilindungi terkesan memaksa ya. Jadi kurang nyambung ya karena tujuan awalnya kan untuk pendataan dan tracing covid-19,” ujarnya saat dihubungi oleh JawaPos.com, Senin (27/9).

Bhima khawatir, jika dipaksakan maka tujuan fungsi utama aplikasi tersebut tidak akan efektif. Menurutnya, hanya karena pemerintah memiliki data jutaan orang yang mengunduh aplikasi peduli lindungi, belum tentu orang akan menjadikan aplikasi peduli lindungi sebagai aplikasi pembayaran.

“Apalagi aplikasi peduli lindungi memakan baterai dan data yang tinggi. Kalau dijadikan e-wallet misalnya, apakah tidak makin boros pemakaian baterainya. Itu perlu dipikirkan dampak ke pengguna juga,” tuturnya.

Bhima mengungkapkan, pemerintah sendiri juga sudah memiliki alat pembayaran digital seperi Link Aja. Sehingga, lebih baik memperbaiki dan pengembangan aplikasi Link Aja ketimbang mengembangkan aplikasi PeduliLindungi.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Romys Binekasri




Close Ads