
Bank Indonesia. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com – Pekan ini pemerintah akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) perdana yang bakal dibeli Bank Indonesia (BI) dengan menggunakan skema burden sharing.
Itu sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan pendanaan untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi.
Sesuai kesepakatan yang ditandatangani antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BI, SBN yang akan diterbitkan memiliki tenor 5 dan 8 tahun. Lebih pendek jika dibandingkan dengan perkiraan awal yang memiliki masa jatuh tempo hingga 10 tahun.
Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menilai, dampak penerbitan SBN dengan tenor tersebut akan membuat yield yang ditawarkan lebih tinggi daripada tenor 10 tahun. ”Angkanya apakah di atas 8 atau 9 persen, pasar yang akan menentukan. Kalau tenornya pendek, permintaan Kemenkeu untuk uang dari pasar akan lebih cepat, biasanya bunganya lebih tinggi. Kalau makin panjang tenornya, bunganya lebih rendah,’’ terang dia kepada Jawa Pos kemarin (26/7).
Dengan kondisi itu, pembayaran bunga dan pokok harus dilakukan pada 2025 dan 2028. Artinya, pemerintahan periode mendatang yang akan menanggung beban pokok dan bunga pada tahun tersebut. ”Risikonya, ruang fiskal di tahun di mana bunga dan pokok itu dikembalikan menjadi lebih sempit,’’ imbuhnya.
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman menuturkan, pihaknya masih memproses pembuatan rekening khusus di BI untuk penempatan dana pembelian SBN tersebut. Dengan skema burden sharing, BI sepakat untuk membeli SBN pemerintah dengan skema private placement yang diperuntukkan sebagai pendanaan public goods sebesar Rp 397,56 triliun. Dalam hal ini, BI akan menanggung 100 persen bunga dari SBN tersebut.
Luky menambahkan, pembelian SBN itu tidak dilakukan secara langsung. Namun, dilakukan bertahap sesuai kebutuhan pembiayaan. ”Khusus melalui private placement tidak melalui lelang biasa atau mekanisme market. Jadi, Rp 397,56 triliun itu nggak sekaligus, sesuai dengan kebutuhan. Nanti BI membeli SBN sesuai kebutuhan.’’
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=5ytcLsGuDV4
https://www.youtube.com/watch?v=1-kEt0WbcQA
https://www.youtube.com/watch?v=fRtl6GJKUzk

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
