alexametrics

Holding Baterai Kendaraan Listrik IBC Resmi Dibentuk

27 Maret 2021, 13:08:57 WIB

Erick Thohir mengungkapkan, dalam pengembangannya, industri ini juga melibatkan mitra dari perusahaan asing yaitu perusahaan asal Tiongkok CATL dan perusahaan asal Korea Selatan LG Chem. “Permodalan sendiri ada 2, CATL kalau tidak salah USD 5 miliar lebih , LG Chem kurang lebih USD 13-17 miliar. Ini sebuah partnership yang besar banget,” katanya.

Erick menekankan, hal yang menjadi fokus utama dalam pengembangan baterai kendaraan listrik ini dimana semua pabriknya dibuat di Indonesia. “Ujung-ujungnya bagaimana kita mengunci hilirisasi ini harus bermanfaat bagi Indonesia. Tidak hanya bagi market, tapi pertumbuhan tenaga kerja yang terukur karena semua pabriknya dibuat di Indonesia,” katanya.

Sementara, Wakil Menteri BUMN Pahala N Mansury memaparkan, pembentukan holding baterai kendaraan listrik Indonesia Battery Corporation (IBC) menghabiskan dana hingga USD 17 miliar. Investasi ini tidak hanya membangun satu pabrik, namun terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Profil daripada IBC akan dimiliki total komposisi saham antara yang sama antara Antam, MIND ID, Pertamina, PLN,” imbuhnya.

Pahala melanjutkan, meskipun beberapa di hilir minoritas tapi semua produksinya di Indonesia. Hal ini untuk memastikan agar nantinya produk dari hulu tidak diekspor.

“Tadi ada keinginan 70 persen apa yang diproduksi hulu kita ke bawah ke hilir. Kedua kita ingin membangun ini terintegrasi jangan sampai kita punya kekuatan di hulunya Antam dan MIND ID tapi tidak bisa kendalikan. Pastikan masuk ke bawah, ini yang juga makanya kita bentuk holding secara bersama-sama,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads