JawaPos Radar

Sri Mulyani Buka Peluang Revisi Asumsi ICP APBN 2018, Ini Penyebabnya

27/02/2018, 19:36 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Sri Mulyani Buka Peluang Revisi Asumsi ICP APBN 2018, Ini Penyebabnya
Menkeu Sri Mulyani beri kuliah umum di FEB UI (Marieska/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia terus merangkak naik. Kondisi itu pun memicu kekhawatiran terhadap potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia pada April mendatang.

Hal itu pun memunculkan spekulasi jika asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 akan diubah.

Pada Januari 2018, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) tercatat sebesar USD 65,59 per barel atau naik USD 4,69 per barel dibanding bulan sebelumnya.

Sri Mulyani Buka Peluang Revisi Asumsi ICP APBN 2018, Ini Penyebabnya
Pengeboran minyak (Dok. Jawapos.com)

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri membuka peluang untuk mengubah asumsi ICP dalam APBN 2018 yang dipatok sebesar USD 48 per barel. Saat ini, pemerintah tengah menghitung dan mengidentifikasi jumlah deviasi dari asumsi tersebut.

"Sampai hari ini kita tetap menjalankan UU APBN, kalau sekarang harga minyak bergerak di atas asumsi yang ada di dalam APBN maka kita akan menghitungnya bersama dengan menteri ESDM dan menteri BUMN," ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (27/2).

"Dan saat ini kita sudah melakukan terus untuk mengidentifikasi berapa jumlah deviasi dari apa yang ada di UU APBN dengan apa yang terjadi," tambahnya.

Jika pada akhirnya asumsi tersebut memang harus diubah, pihaknya akan membahasnya di parlemen pada pertengahan tahun ini. Pihaknya juga masih akan melihat sejauh mana kemampuan dari APBN dan badan usaha itu sendiri.

"Nanti untuk keputusan mengenai berapa jumlah mengenai perubahan ini nanti akan dibahas di dalam APBN laporan semester yang akan kita sampaikan kepada dewan pada pertengahan tahun. dan tentu saja nanti akan dilihat kemampuan dari apbn sendiri atau PLN dan Pertamina untuk mengabsorb perbedaan itu," pungkasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up