alexametrics

Tiga Misi Ekonomi Arab Saudi Jadi Peluang Besar Indonesia

27 Februari 2017, 20:03:22 WIB

JawaPos.com – Rencana kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Alsaud ke Indonesia patut diapresiasi sekaligus dicermati. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra Talattov mengatakan, pemerintah perlu mencermati motif di balik kunjungan Raja Salman tersebut. 

“Apalagi kehadiran Raja Salman beserta 1.500 orang rombongan ke Indonesia diperkirakan akan membawa modal investasi hingga USD 25 miliar,” ujar Abra saat dihubungi, Senin (27/2).

Setidaknya, ia menyebut ada tiga misi ekonomi utama yang dibawa oleh kerajaan Arab Saudi. Yakni, investasi di sektor migas, investasi di sektor pariwisata, serta dukungan pembangunan infrastruktur. “Mereka akan memberikan dukungan dana melalui skema pinjaman berbasis syariah,” katanya.

Menurut dia, pemerintah harus dapat menangkap peluang investasi, terlebih jika dilihat porsi investasi Arab Saudi di Indonesia masih minim yakni hanya 0,02 persen dari total investasi asing dalam periode 2010-2015. Data Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) menyebut investasi Arab Saudi ke Indonesia turun signifikan dari USD 30,36 juta di 2015 menjadi USD 0,9 juta di 2016.

Rangking Arab Saudi sebagai negara asal investasi juga merosot dari peringkat ke 25 pada tahun 2015 menjadi Nomor 57 pada 2016. “Dengan masih minimnya investasi Arab Saudi di Indonesia, pemerintah tentunya dapat manarik dana dari Arab Saudi lebih banyak lagi. Misalnya, dalam proyek pembangunan kilang minyak di Cilacap dan di Bontang dapat mengajak perusahaan migas Saudi Aramco untuk bekerja sama,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, peluang pengembangan industri pariwisata khususnya di wilayah timur Indonesia juga bisa ditawarkan kepada kerajaan Arab Saudi. Pemerintah dan masyarakat akan mendapat keuntungan berganda dari investasi sektor pariwisata yakni perbaikan infrastruktur dan pastinya potensi penciptaan lapangan kerja baru.

Oleh sebab itu, lanjut dia, saat ini pemerintah Indonesia memiliki posisi tawar yang cukup besar untuk menawarkan investasi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Apalagi perekonomian Arab Saudi juga sedang lesu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang hanya 0,8 persen pada Januari 2017, lebih rendah dari pertumbuhan Desember 2016 yakni 1,4 persen.

Defisit anggaran Arab Saudi juga cukup besar, yakni sekitar Rp 1.039,5 triliun. Bahkan untuk pertama kalinya Arab Saudi terpaksa berhutang sebesar Rp 232,75 triliun untuk menutup defisit APBN. (cr2/JPG)

Editor : Fadhil Al Birra

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Tiga Misi Ekonomi Arab Saudi Jadi Peluang Besar Indonesia